Peziarah asal Majalengka Alami Kecelakaan di Wado, 3 Orang Meninggal Dunia

Peziarah asal Majalengka Alami Kecelakaan di Wado, 3 Orang Meninggal Dunia

Salah satu peziarah asal Kabupaten Majalengka menjadi korban akibat kecelakaan di Wado, Kabupaten Sumedang akan dikebumikan.-Ono Cahyono-Radar Majalengka

MAJALENGKA, RADARKUNINGAN.COM - Rombongan peziarah asal MAJALENGKA mengalami kecelakaan lalu lintas di Wilayah Wado, Kabupaten Sumedang, Sabtu malam, 1 November 2025.

Akibat kecelakaan tersebut, 3 orang dilaporkan meninggal dunia dan 16 lainnya mengalami luka-luka menjalani perawatan di rumah sakit.

Tiga peziarah yang meninggal dunia, diketahui atas nama Esih, Mulya, dan M Tasa. Mereka merupakan warga Desa Majasari dan Desa Sukawera, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka.

Mengetahui adanya warganya yang mengalami musibah, Bupati Majalengka Drs H Eman Suherman MM menyampaikan duka yang mendalam.

"Marilah kita sejenak menundukkan kepala dan mengirimkan doa bagi saudara-saudara kita yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas di tanjakan Cae, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang yang menimpa rombongan peziarah asal kecamatan Ligung dan Jatitujuh," kata bupati Eman di sela apel pagi di lingkungan Setda Majalengka, Senin 3 November 2025.

BACA JUGA:TPA Heuleut Majalengka Tanpa Pengelolaan, 30 Tahun Mencemari Lingkungan

Warga yang mengalami kecelakaan, merupakan rombongan peziarah dari Kecamatan Ligung dan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka.

Kendaraan yang mengangkut rombongan, mengalami kecelakaan lalu lintas di Tanjakan Cae, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang.

"Atas nama pribadi, Pemerintah Daerah (Pemda), dan seluruh masyarakat kabupaten Majalengka, saya menyampaikan ucapan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga para korban," tutur Bupati Eman.

Sebagai ungkapan bela sungkawa, Bupati Eman mendoakan kepada keluarga korban yang ditinggalkan, agar diberi kekuatan.

"Semoga Allah SWT memberikan ampunan dan tempat terbaik bagi almarhum dan almarhumah, serta memberikan kesembuhan dan kekuatan bagi para korban yang sedang dirawat, juga ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan," ungkpanya.

BACA JUGA:Pertimbangan Faktor Sosial, Kasus Pengeroyokan Dokter di Indramayu Berakhir Damai

Bupati Eman menambahkan, peristiwa ini menjadi pengingat agar selalu berhati-hati dan memperhatikan keselamatan saat berlalu lintas, baik dalam perjalanan dinas maupun kegiatan pribadi. 

Pasalnya, keselamatan adalah tanggung jawab bersama, dan disiplin di jalan raya merupakan bagian dari etika Parataur Sipil Negara (ASN) dan warga negara yang berakhlak.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: