APBD Kuningan 2025 Aman dari Gagal Bayar, Kepemimpinan Bupati Dian Dinilai Melesat Jauh

APBD Kuningan 2025 Aman dari Gagal Bayar, Kepemimpinan Bupati Dian Dinilai Melesat Jauh

Ketua LSM Frontal Kuningan, Uha Juhana. (Istimewa)--

KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM— Ungkapan sinis yang kerap melekat pada dunia politik—bahwa janji pemimpin sering kali tak sejalan dengan realisasi—tampaknya tidak sepenuhnya berlaku di Kabupaten Kuningan.

Di tengah tekanan fiskal yang sempat membayangi, Pemerintah Kabupaten Kuningan justru menunjukkan sinyal kuat kebangkitan tata kelola keuangan daerah.

Ketua LSM Frontal Kuningan, Uha Juhana, menilai kepemimpinan Bupati Kuningan Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. menjadi contoh konkret bagaimana integritas diterjemahkan dalam kebijakan nyata.

Uha mengutip pemikiran tokoh dunia dan nasional tentang pentingnya pemimpin yang menyatukan ucapan dan tindakan.

BACA JUGA:Menikmati Fun Jeep Adventure di Objek Wisata Desa Kaduela

BACA JUGA:Keajaiban Talaga Biru Cicerem, Air Tetap Biru Saat Musim Hujan

“Dalam istilah Bung Karno, pemimpin sejati itu satu kata antara janji dan perbuatan. Itulah esensi integritas,” ujar Uha, Rabu (31/12/2025).

Menurutnya, integritas bukan sekadar jargon, melainkan keutuhan nilai yang tercermin dalam setiap keputusan. Pemimpin disebut berintegritas ketika kebijakan yang diambil selaras dengan prinsip yang dipegang—tanpa kompromi.

Momentum penting terjadi pada peringatan Hari Jadi Kuningan, 1 September 2025. Saat itu, Bupati Dian menyampaikan kabar yang lama dinantikan: seluruh tunda bayar APBD 2024 berhasil diselesaikan 100 persen.

Beban kewajiban daerah yang mencapai sekitar Rp97 miliar sebelumnya menjadi momok serius, terutama bagi penyedia jasa dan pelaku usaha lokal.

BACA JUGA:Mantap! Pemda dan BAZNAS Kuningan Salurkan Bantuan Rp800 Juta bagi Korban Bencana Sumatra

BACA JUGA:Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Kuningan Masih Tinggi

Banyak pihak sempat meragukan kemampuan fiskal Pemkab Kuningan untuk menyelesaikannya di tengah keterbatasan pendapatan daerah.

Namun, keraguan itu perlahan sirna. Menjelang tutup tahun 2025, angin segar kembali berembus.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: