Agroforestry Padi Kuningan, Strategi Perhutani dan TNI Perkuat Ketahanan Pangan

Agroforestry Padi Kuningan, Strategi Perhutani dan TNI Perkuat Ketahanan Pangan

agroforestry padi mulai diposisikan sebagai solusi strategis melalui kolaborasi Perum Perhutani KPH Kuningan dan Kodim 0615 Kuningan. (Bubud Sihabudin)--

KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM – Tantangan ketahanan pangan tak lagi bisa dijawab dengan cara lama. Keterbatasan lahan pertanian, tekanan perubahan iklim, hingga kebutuhan pangan yang terus meningkat menuntut pendekatan baru.

Di Kabupaten Kuningan, agroforestry padi mulai diposisikan sebagai solusi strategis melalui kolaborasi Perum Perhutani KPH Kuningan dan Kodim 0615 Kuningan.

Pendekatan ini memanfaatkan lahan hutan produksi yang memungkinkan untuk ditanami padi tanpa menghilangkan fungsi ekologis kawasan.

Skema tersebut sekaligus menjadi jawaban atas kebutuhan perluasan lahan Program Ketahanan Pangan (Ketapang) yang terus didorong pemerintah.

BACA JUGA:Nyaris Ambruk, Perbaikan Jembatan Cijemit Ditarget Sebelum Lebaran

BACA JUGA:Daftar Nama Pejabat Kuningan yang Terkena Mutasi Awal Tahun 2026

Komitmen pengembangan agroforestry padi ditegaskan dalam pertemuan antara jajaran Perhutani KPH Kuningan dan Kodim 0615 Kuningan, Selasa (6/1/2026).

Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi kelembagaan, tetapi menjadi langkah awal menyusun arah kebijakan dan teknis pelaksanaan ketahanan pangan tahun 2026.

Administratur KPH Kuningan, Siti Kasanah, S.Hut., menyatakan Perhutani siap mengambil peran aktif dalam mendukung agenda strategis nasional di sektor pertanian.

“Kami siap mengoptimalkan lahan hutan yang memungkinkan untuk dikembangkan melalui agroforestry padi. Konsep ini dirancang untuk meningkatkan produksi pangan sekaligus menjaga keberlanjutan hutan,” ujarnya.

BACA JUGA:KSPSI Kuningan Buka Posko Pengaduan Pekerja, Kawal Pelaksanaan UMK 2026

BACA JUGA:Mutasi Besar Awal 2026, Emi Martini dan Fahmi Promosi Jadi Wakil Direktur di RSUD 45 Kuningan

Menurut Siti, agroforestry menawarkan pendekatan dua manfaat sekaligus: produktivitas pertanian tetap meningkat, sementara fungsi ekologis hutan—seperti konservasi tanah dan air—tetap terjaga.

Di tengah ancaman krisis pangan global dan perubahan iklim, pemanfaatan lahan hutan secara adaptif dinilai menjadi langkah realistis.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: