Selamatkan Hutan Ciremai, KTH Rimba Mekar Tanam Ribuan Pohon Endemik
Paguyuban Silihwangi Majakuning, kelompok tani hutan (KTH) di sejumlah desa penyangga berperan aktif sebagai mitra pemerintah. Terutama dalam upaya konservasi, perlindungan ekosistem, serta pencegahan berbagai ancaman kerusakan hutan. (Bubud Sihabudin)--
KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM – Peran masyarakat desa penyangga dalam menjaga kelestarian kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) terus menunjukkan kontribusi signifikan.
Melalui Paguyuban Silihwangi Majakuning, kelompok tani hutan (KTH) di sejumlah desa penyangga berperan aktif sebagai mitra pemerintah.
Terutama dalam upaya konservasi, perlindungan ekosistem, serta pencegahan berbagai ancaman kerusakan hutan.
Salah satu upaya tersebut dilakukan oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Rimba Mekar, yang berdomisili di Desa Padabeunghar, Kabupaten Kuningan.
BACA JUGA:Telan Anggaran Rp6,5 Miliar, Sekolah Rakyat Majalengka Berdiri di Lahan 7 Hektare
BACA JUGA:Dituding Ingkar Janji kepada Warga Cikalahang, Ini Jawaban PDAM Tirta Kamuning
Pada Jumat (23/1), kelompok ini kembali melaksanakan kegiatan penanaman 1.000 pohon di kawasan zona rehabilitasi TNGC, tepatnya di Blok Tegal dan Blok Batu Kuda, yang berada di sekitar Kebun Raya Kuningan.
Ketua Paguyuban Silihwangi Majakuning, Nandar, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang masyarakat desa penyangga dalam menjaga keberlanjutan hutan Gunung Ciremai.
Jenis tanaman yang ditanam didominasi pohon endemik Ciremai, dengan porsi sekitar 10 persen tanaman MPTS (Multi Purpose Tree Species), seperti petai dan jengkol, yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Menurutnya, pemilihan jenis tanaman dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kekuatan akar, kemampuan menyerap air, serta usia tanaman yang panjang, sehingga dapat memberikan manfaat ekologis dalam jangka waktu lama.
BACA JUGA:9 Jenis Bencana Berpotensi Mengintai Wilayah Cirebon, SIMAK!
BACA JUGA:Segini Besaran Gaji yang Diterima Pegawai SPPG Sindang 2 Indramayu
“Penanaman ini tidak hanya berfokus pada rehabilitasi kawasan, tetapi juga diarahkan untuk mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat sekitar hutan,” ujar Nandar.
Nandar menegaskan, kegiatan penanaman tidak berhenti pada tahap penanaman semata. Perawatan tanaman dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
