Klaster Maggot PNM Mekaar, Limbah Rumah Tangga Jadi Sumber Penghasilan

Klaster Maggot PNM Mekaar, Limbah Rumah Tangga Jadi Sumber Penghasilan

Klaster Budidaya Maggot, sebanyak 30 nasabah PNM Mekaar Unit Jalaksana mendapat pelatihan mengolah limbah organik rumah tangga menjadi produk bernilai jual.--

KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM – Upaya pemberdayaan ekonomi berbasis lingkungan terus tumbuh di Kabupaten KUNINGAN.

Melalui program Klaster Budidaya Maggot, sebanyak 30 nasabah PNM Mekaar Unit Jalaksana mendapat pelatihan mengolah limbah organik rumah tangga menjadi produk bernilai jual.

Program yang dilaksanakan di wilayah Region Cirebon-2 ini menyasar perempuan prasejahtera, terutama ibu rumah tangga.

Selain memperkuat kemandirian ekonomi keluarga, kegiatan ini juga mendorong pengelolaan sampah organik secara lebih produktif di tingkat rumah tangga.

BACA JUGA:SunmorJib YRFI Bandung 2026 Aktivitas Perdana Kepengurusan Baru, Eratkan Silaturahmi Jelang Ramadan

BACA JUGA:Bupati Dian Pastikan TPP Januari 2026 ASN Kuningan Cair, Gaji ke-14 Aman

Pemimpin Cabang PNM Cirebon, Erwin Syafriadi, menjelaskan pelatihan budidaya maggot jenis Black Soldier Fly (BSF) dilakukan dengan pendekatan klaster.

Peserta tidak hanya belajar teknik budidaya, tetapi juga diarahkan membangun kerja sama kelompok agar usaha memiliki skala ekonomi dan orientasi pasar yang jelas.

“Limbah organik dapur dimanfaatkan sebagai media budidaya. Hasilnya berupa maggot yang dapat dijual sebagai pakan ternak berprotein tinggi, serta kasgot yang bisa digunakan sebagai pupuk organik,” ujarnya.

Selama tiga bulan, para peserta mendapatkan pendampingan dari Universitas Muhammadiyah Cirebon.

BACA JUGA:Ini Mantap, Direktur Baru PDAU Kuningan Janji Setor PAD Rp1 Miliar di Tahun Pertama

BACA JUGA:Nyamar Jadi Polisi Gadungan, Tipu Warga Puluhan Juta dengan Modus Bisa Bekerja di Pertamina

Pendampingan meliputi teknik produksi, pengelolaan usaha sederhana, hingga strategi pemasaran agar usaha dapat berkelanjutan.

Sejumlah peserta mengaku program tersebut mengubah cara pandang mereka terhadap sampah rumah tangga. Limbah yang sebelumnya dibuang kini dapat diolah menjadi tambahan penghasilan bagi keluarga.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: