Kuningan ‘Curi Start’ Panen Sawah di Maret, Pantura Masih Pemanasan

Kuningan ‘Curi Start’ Panen Sawah di Maret, Pantura Masih Pemanasan

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah mengatakan jika Kabupaten Kuningan sudah melakukan panen lebih awal dibanding daerah lain di Jawa Barat. --

KUNINGAN, RADARKUNUNGAN.COM — Kabupaten Kuningan mencatat capaian mencolok di sektor pertanian awal tahun 2026.

Saat sejumlah daerah sentra padi di wilayah pantai utara (pantura) Jawa Barat masih bersiap memasuki panen raya pada April, Kuningan justru telah lebih dulu menuntaskan sebagian besar panennya.

Data hingga 31 Maret 2026 menunjukkan, dari total luas baku sawah (LBS) 26.016 hektare, sekitar 20.310 hektare atau 78 persen telah dipanen.

Angka ini menegaskan posisi Kuningan sebagai salah satu daerah dengan percepatan panen paling signifikan di Jawa Barat.

BACA JUGA:Anggaran Dinas DPRD Kuningan Tembus Rp4,6 Miliar, LSM Frontal: Demi Efisiensi, Wajib Dihapus!

BACA JUGA:Polemik “Kuningan Caang” Memanas, Kajari Tegaskan Tak Ada SP3

Puncak panen terjadi pada Maret dengan capaian 12.488 hektare, hampir separuh dari total areal sawah. Sebelumnya, pada Januari tercatat 2.669 hektare dan Februari 5.153 hektare.

Tren tersebut menunjukkan peningkatan konsisten dari awal tahun hingga memasuki panen raya lebih cepat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, menyebut capaian ini sebagai indikator kesiapan daerah dalam menopang pasokan beras sejak awal tahun.

“Per akhir Maret, sekitar 78 persen sawah sudah panen. Ini menunjukkan Kuningan lebih progresif dalam mengawal musim tanam dan panen, sekaligus berperan sebagai penyangga awal pasokan beras,” ujarnya.

BACA JUGA:Salip Truk Berujung Maut, Nyawa Remaja Melayang di Sindangagung

BACA JUGA:Ratusan Massa Desak Kejari Kuningan Buka SP3 Kasus Kuningan Caang

Keunggulan ini tidak lepas dari kondisi geografis Kuningan sebagai wilayah hulu dengan ketersediaan air melimpah dari kawasan pegunungan.

Sistem irigasi gravitasi yang stabil juga menjadi faktor penting yang memungkinkan petani memulai tanam lebih awal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: