KUNINGAN-Pemandangan menarik terlihat saat peringatan Hari Santri Nasional di lapangan Pandapa Paramarta Kuningan, Selasa (22/10). Biasanya saat upacara peringatan hari besar, Bupati H Acep Purnama SH MH mengenakan jas rapi lengkap dengan dasinya. Namun kali ini, Bupati Acep terlihat mengenakan sarung saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Santri Nasional. Tak hanya Bupati Acep, para pejabat tinggi di Kabupaten Kuningan juga mengenakan sarung. Hari Santri Nasional menjadi salah satu penghargaan pemerintah pusat terhadap jasa-jasa perjuangan para santri Indonesia. Banyak tokoh-tokoh santri nasional yang ikut berjuang saat kemerdekaan seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan, A Hassan, Ahmad Soorhati, dan Abdul Rahman. Belum lagi para perwira atau prajurit pembela Tanah Air yang ternyata berasal dari kalangan santri. Sehingga perjuangan para santri menjadi salah satu peringatan Hari Besar di Indonesia. “Santri sungguh mempunyai peran yang sangat penting di dalam merebut kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan. Meski tidak lagi mengangkat senjata, namun peran santri tidak bisa dipandang sebelah mata sebab menjadi mitra pemerintah dalam menjalankan pembangunan,” kata Bupati Acep saat memberikan sambutan. Melalui momentum Hari Santri ini, Ia mengajak agar pengasuh maupun pengurus pondok pesantren menjadikan ponpes yang dikelola menjadi sebuah tempat menimba ilmu yang baik dan bermanfaat. Sehingga menghasilkan santri-santri berwawasan luas dan berakhlakul kharimah. “Semoga pondok pesantren ini menjadi sebuah pesantren yang diharapkan fiddunya wal akhirah, yang berpegang teguh pada ajaran-ajaran Islam yang baik dan benar sesuai dengan Alquran dan Hadits Rasullulah SAW,” harapnya. Tak hanya itu, Ia juga bersyukur, momentum Hari Santri Nasional ini dibarengi dengan disahkan Undang-Undang Nomor 18 tahun 2019 tentang Pesantren. “Kita patut bersyukur karena dalam peringatan hari santri tahun ini terasa istimewa, dengan hadirnya Undang-Undang Nomor 18 tahun 2019 tentang Pesantren. Dengan ini memastikan bahwa pesantren tidak hanya mengembangkan fungsi pendidikan, tetapi juga mengembangkan fungsi dakwah dan fungsi pengabdian masyarakat,” terangnya. Menurutnya, hadirnya undang-undang tersebut untuk memberikan rekognisi, afirmasi, dan fasilitasi kepada pesantren dengan tetap menjaga kekhasan dan kemandiriannya.(ags)
Kenakan Sarung, Acep Pimpin Upacara Hari Santri
Rabu 23-10-2019,08:02 WIB
Reporter : Dedi Haryadi
Editor : Dedi Haryadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 09-05-2026,09:28 WIB
Debut Full Musim Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship, Sabian Fathul Ilmi Juara Race di Australia
Sabtu 09-05-2026,11:37 WIB
Warga Ciawigebang Resah! Dua Motor Raib Digondol Maling, Aksi Pelaku Terekam CCTV
Terkini
Sabtu 09-05-2026,11:37 WIB
Warga Ciawigebang Resah! Dua Motor Raib Digondol Maling, Aksi Pelaku Terekam CCTV
Sabtu 09-05-2026,09:28 WIB
Debut Full Musim Yamaha R3 BLU CRU Asia-Pacific Championship, Sabian Fathul Ilmi Juara Race di Australia
Jumat 08-05-2026,20:12 WIB
Pria Asal Cibeureum Ditemukan Meninggal di Sawah, Ini Hasil Pemeriksaan Polisi
Jumat 08-05-2026,15:43 WIB
Kuningan Terus Bersolek, Giliran Lapang Randu Disulap jadi Pusat Parkir Modern dan Ruang Publik Baru
Jumat 08-05-2026,09:31 WIB