Keadaan ini dapat menyebabkan kerontokan bulu dan terbentuknya luka koreng pada kulit, yang berpotensi menyebabkan infeksi lebih melebar.
Lakukan perawatan atau memandikan kucing secara teratur, setidaknya setiap dua minggu sekali, untuk memastikan kesehatan dan kebersihannya tetap terjaga.
8. Tungau Telinga
Penyakit kulit yang sering terjadi pada kucing adalah tunga telinga, meskipun tungau telinga dapat ditemukan pada kucing dari segala usia, kucing yang lebih muda, terutama anak kucing, sering kali rentan terhadap masalah kulit yang diakibatkan oleh tungau ini.
BACA JUGA:Rekomendasi Makanan Kucing Basah, Cocok untuk Penggemukan Anabul
Ketika terinfeksi tungau telinga, kucing peliharaan kamu akan merasakan ketidaknyamanan dan cenderung menggaruk serta menjilat area yang terkena untuk mengatasi rasa gatal.
Namun, garukan berlebihan pada area sensitif seperti telinga dapat menyebabkan kerusakan permanen, oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan perawatan yang tepat terhadap telinga kucing jika ada kecurigaan terkena tungau telinga.
Selain itu, tungau telinga juga dapat menyebabkan peradangan di telinga, yang sering kali berujung pada infeksi bakteri pada kulit kucing.
Perawatan topikal seperti moksidektin, ivermektin, dan selamektin yang diberikan secara sistemik telah terbukti efektif dalam mengatasi masalah tungau telinga.
BACA JUGA:Rekomendasi Makanan Kucing Kering yang Bisa Menjaga Bulu Tidak Rontok dan Berkilau
Dokter hewan dapat memberikan saran untuk membersihkan telinga kucing menggunakan larutan pembersih yang sesuai untuk membantu mengatasi kondisi tersebut.
9. Chin Acne & Stud Tail
Kucing memiliki kelenjar minyak di folikel rambutnya, terutama di bagian dagu dan pangkal ekor.
Pada beberapa kucing, kelenjar ini bisa berlebihan, menyebabkan chin acne di dagu dan stud tail di pangkal ekor.
Chin acne menunjukkan adanya komedo, dengan adanya kerak kehitaman di antara rambut yang terkadang menyerupai kotoran kutu pinjal (flea).
BACA JUGA:KEREN! Bakal Ada Jalur Kereta Api Cirebon - Kuningan, Stasiun di Cilimus dan Kertawangunan