5 Manfaat Tanaman Vervain untuk Pengobatan Pada Manusia, Dijamin Ampuh

Sabtu 15-06-2024,04:55 WIB
Reporter : Ditta Rosyalita
Editor : Ditta Rosyalita

Menurut penelitian tahun 2016 yang menguji efek antikonvulsan vervain pada tikus, ditemukan hasil bahwa tanaman ini bisa menurunkan durasi kejang tonik-klonik, yaitu kejang klasik dengan ketidaksadaran dan gerakan tubuh yang menyentak.

Para peneliti berpendapat, tanaman vervain mungkin juga bermanfaat untuk mengobati epilepsi.

Ketiga, Selain efek antikonvulsan, penelitian yang sama juga melaporkan efek sedatif atau penenang dari tanaman vervain.

Menurut uji penelitian, ekstrak air vervain pada dosis 50–300 mg/kg berat badan tikus menghasilkan peningkatan efek obat penenang.

BACA JUGA:Nabrak Pohon di Luragung Kuningan, Kepala Sekolah SDN Lebakwangi Tewas di Tempat

Efek ini terus meningkat seiring dengan peningkatan dosis.

Efek sedatif ini diketahui dapat membantu menurunkan permulaan tidur dan meningkatkan durasi tidur.

Ini bermanfaat untuk mengatasi insomnia. Para peneliti menduga bahwa efek penenang ini berasal dari kandungan senyawa verbenalin dalam vervain.

Keempat, Dalam penelitian tabung reaksi, tanaman vervain juga diketahui memiliki efek antimikroba yang efektif melawan pertumbuhan jamur dan bakteri.

BACA JUGA:Rapatkan Barisan, Yanuar Prihatin ke PPP, Sambut Pemain Timnas PKB untuk Kuningan

Studi tahun 2017 ini melaporkan bahwa batang, daun, dan akar vervain memiliki sifat antimikroba yang tinggi.

Dalam studi ini, semua bagian tanaman yang digunakan dapat menghambat pertumbuhan semua jenis bakteri yang diuji.

Secara rinci, batangnya terbukti ampuh melawan Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa, bahkan dilaporkan lebih ampuh dari antibiotik amoksisilin.

Daunnya ampuh untuk melawan bakteri Pseudomonas aeruginosa, Citrobacter freundii, dan Staphylococcus aureus.

BACA JUGA:Polemik Penambahan Kuota Pemain Asing di Liga 1, Banyak Pihak Keberatan, Diego Michels: Demi Kualitas Naik

Sementara itu, akarnya juga efektif membunuh pertumbuhan Bacillus subtilis, Staphylococcus aureus, dan Pseudomonas aeruginosa.

Kategori :