Menurut Nasrudin, data itu berasal dari pemerintah pusat dan berdasarkan hasil pemutakhiran BPS.
Meski demikian, Dinsos membuka pintu selebar-lebarnya bagi yang merasa masih layak menerima bantuan.
"Data itu dari Kementerian Sosial pusat. Kami hanya menerima kiriman, bukan yang mencoret. Tercatat ada 43.137 peserta BPJS yang dinonaktifkan karena dinilai tidak layak lagi menerima bantuan," kata Nasrudin, dikutip Jumat 20 Juni 2025 lalu.
Nasrudin menyebut pihaknya tidak bisa menjelaskan alasan detail kenapa ribuan warga itu dinonaktifkan. Pasalnya, seluruh data dan keputusan berada di level pusat.
"Jadi kami tidak bisa menjawab alasannya karena ini datanya dari pusat, berdasarkan BPS. Tapi kalau ada warga yang merasa masih layak dan keberatan, kami siap fasilitasi," ujarnya.