KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM - Kamis 11 September 2025, pagi hari, Warga Desa Mulyajaya, Kecamatan Cimahi, Kabupaten Kuningan, dihebohkan dengan insiden kabakaran rumah.
Rumah seorang warga Desa Mulajaya yang berprofesi sebagai pedagang, mengalami kebakaran sekitar pukul 09.00 WIB.
Kepulan asap hitam pekat disertai kobaran api tiba-tiba membumbung tinggi dari atap rumah.
Dari hasil penyelidikan sementara petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kuningan, api diduga dari korsleting litrik.
Menurut Kepala UPT Damkar Kuningan, Andri Arga Kusumah, pihaknya sempat mengalami kendala ketika mendapat laporan adanya kebakaran rumah.
BACA JUGA:Alasan Bojan Hodak Ngebet Datangkan Thom Haye dan Eliano Reijnders ke Persib Bandung
Lokasi kebakaran yang jaraknya cukup jauh, membuat petugas Damkar Kuningan membutuhkan waktu lebih untuk sampai ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Sesampainya di lokasi, kami langsung melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Proses itu memakan waktu sekitar 25 menit hingga benar-benar aman pada pukul 11.20 WIB," jelas Andri Arga Kusumah.
Ia menduga, sumber kebakaran berasal dari korsleting listrik. Meski tidak ada korban jiwa, enam penghuni rumah harus dievakuasi ke rumah tetangga karena bangunan utama habis dilalap api.
Pemilik rumah bernama Samsu (45), mengalami kerugian dengan taksiran mencapai Rp96,5 juta akibat musibah tersebut.
Kerugian meliputi bangunan rumah, perabotan, peralatan dapur, hingga gabah sebanyak 200 kilogram.
BACA JUGA:Pedagang Pasar Jadi Sasaran Target Peredaran Uang Palsu di Kuningan
Menurut Andri, keterlambatan tiba di lokasi menjadi kendala utama karena jarak tempuh yang mencapai kurang lebih 45 menit dari markas Damkar.
Namun ia menegaskan, peran warga dalam upaya awal pemadaman sangat membantu mencegah meluasnya api ke rumah lain.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada. Pastikan instalasi listrik dalam kondisi aman, jangan tinggalkan kompor atau peralatan elektronik menyala, dan segera laporkan bila terjadi kebakaran.