Tembok Penahan Tanah Bergeser, Rumah Warga Sukamaju Ambruk

Sabtu 27-12-2025,11:33 WIB
Reporter : Agus Sugiarto
Editor : Asep Kurnia

Indra Bayu Permana, mengungkapkan bahwa hujan berkepanjangan menyebabkan Tembok Penahan Tanah di belakang rumah korban mengalami pergeseran signifikan.

“TPT bergeser sepanjang kurang lebih delapan meter dengan tinggi sekitar dua meter. Pergeseran tersebut menyeret struktur bangunan rumah hingga menyebabkan dapur, kamar mandi, kamar tidur, dan ruang tamu rusak berat. Atap genteng juga ikut ambruk,” ujar Indra.

Kondisi tanah yang jenuh air membuat pondasi rumah tidak mampu menahan beban bangunan, sehingga kerusakan terjadi secara bertahap hingga akhirnya ambruk.

Dampak bencana tidak berhenti di satu titik. Pergeseran TPT tersebut juga mengancam rumah warga lain yang berada di sisi barat dan dihuni Udin (38). 

BACA JUGA:Lewat Branding Digital, Mahasiswa Poltek SCI Dorong UMKM Teh Gambung Desa Payung Naik Kelas

BACA JUGA:UMK Kuningan Tahun 2026 Naik Rp120 Ribu, Tempati Peringkat Ke-21 di Jawa Barat

Kedua rumah berada pada satu dinding yang sama, sehingga potensi kerusakan lanjutan masih cukup tinggi jika hujan kembali turun.

BPBD Kuningan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan longsor dan memiliki bangunan dengan struktur tanah labil.

"Potensi bencana hidrometeorologi masih tinggi. Kami meminta warga segera melapor jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah atau retakan bangunan. Langkah lanjutan penanganan akan terus dikoordinasikan," pungkasnya. 

Kategori :