Didemo Warga, Kuwu dan 12 Perangkat Desa Cihideung Hilir Kompak Mundur

Selasa 06-01-2026,10:03 WIB
Reporter : Agus Sugiarto
Editor : Asep Kurnia

Spanduk tersebut menggambarkan sosok pria bermahkota layaknya raja, dikelilingi simbol kemewahan seperti mobil mahal, sepeda motor besar, tumpukan uang, dan bangunan megah. 

Di bagian bawahnya tertulis kalimat bernada tudingan: “Kemewahan Kepala Desa Hasil Korupsi Dana Desa.”

Tak lama kemudian, massa membakar ban bekas di tengah kerumunan, memicu kepulan asap hitam tebal yang terlihat dari jarak jauh dan menarik perhatian warga sekitar.

Mengantisipasi situasi memburuk, aparat gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP segera membentuk barikade pengamanan. 

BACA JUGA:Ratusan Orang Muda Katolik Gelar Penghijauan di Lereng Gunung Ciremai

BACA JUGA:Peduli Bencana Sumatera, Kemenag Kuningan Berhasil Himpun Donasi Rp105 juta

Petugas memastikan api tidak meluas serta berupaya menjaga agar aksi tetap terkendali.

Meski diwarnai teriakan dan orasi keras, hingga pukul 10.30 WIB situasi relatif masih kondusif. 

Aparat memilih pendekatan persuasif, sementara massa tetap bertahan menuntut pertanggungjawaban kepala desa dan jajarannya.

Koordinator lapangan aksi, Iqbal, menyatakan bahwa demonstrasi ini merupakan puncak kekecewaan warga setelah berbagai upaya dialog sebelumnya tidak membuahkan hasil.

Menurutnya, audiensi dengan pemerintah desa yang dilakukan pada Oktober 2025 lalu tidak memberikan kejelasan atas dugaan penyimpangan Dana Desa.

BACA JUGA:Pelantikan Eselon III di Kebun Raya Kuningan, Mayoritas Kabag Setda Dirotasi

BACA JUGA:Kado Tahun Baru, Pekan Ini Pemkab Kuningan Gelar Mutasi Besar-Besaran Pejabat Eselon III

"Warga sudah berkali-kali meminta penjelasan. Banyak program tercantum di dokumen, tapi tidak pernah dirasakan di lapangan. Ini bukan sekadar administrasi, ini soal keadilan,” teriak Iqbal di hadapan ribuan massa.

Sekitar pukul 11.00 WIB, perwakilan warga akhirnya diterima untuk berdialog. Proses negosiasi berlangsung alot hingga akhirnya menghasilkan keputusan penting.

Kuwu Cihideung Hilir Dede Agus Sugara bersama 12 perangkat desa secara resmi menyatakan mengundurkan diri, yang dibuktikan dengan penandatanganan surat pengunduran diri dari jabatan.

Kategori :