Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Pemda Kuningan untuk membuktikan bahwa proses seleksi tidak sekadar menggugurkan kewajiban regulasi, melainkan benar-benar menghasilkan sosok direktur terbaik.
Saat ini, seleksi masih berada pada tahap penjaringan awal melalui pengumuman di berbagai media. Tahapan ini disebut bertujuan memberi kesempatan luas bagi publik yang memenuhi kualifikasi.
Selanjutnya, Panitia Seleksi akan melaksanakan:
- Seleksi administrasi, untuk memastikan kelengkapan dan kesesuaian persyaratan
- Uji Kompetensi dan Kepatutan (UKK), sebagai tahapan krusial penilaian calon
BACA JUGA:Daftar Hotline Pengaduan MBG di Kabupaten Kuningan
BACA JUGA:Era Baru Tenis Kuningan! Buana De Vito Resmi Pimpin PELTI, Target Prestasi Melesat
Pada tahap UKK, kandidat akan diuji tidak hanya soal kemampuan manajerial, tetapi juga integritas, rekam jejak, serta visi dan strategi konkret dalam mengelola dan mengembangkan PDAU Kuningan.
Pemda Kuningan berharap seleksi ini mampu melahirkan Direktur PDAU yang profesional, berani mengambil terobosan, dan berorientasi hasil. Harapan tersebut bukan tanpa alasan, mengingat PDAU dituntut memberikan kontribusi nyata terhadap PAD, bukan sekadar menjadi beban anggaran.
Publik kini menunggu, apakah seleksi terbuka ini benar-benar akan menghasilkan pemimpin BUMD yang kompeten, atau justru mengulang pola lama yang minim dampak terhadap kinerja perusahaan daerah. (*)