Sementara itu, kejadian kebakaran tercatat sebanyak 10 kasus, meliputi kebakaran rumah warga, lahan, pasar, serta gangguan pada gardu dan KWH meter listrik.
Seluruh kejadian tersebut ditangani bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan instansi pendukung lainnya.
Selain itu, layanan 112 Siaga Katon juga menangani 9 kejadian kebencanaan dan lingkungan, seperti banjir bandang, pembersihan pascabanjir, serta penanganan pohon tumbang.
Bambang menyebutkan, peningkatan laporan kebencanaan umumnya terjadi pada musim hujan, terutama periode November hingga Desember 2025.
BACA JUGA:Habitat Monyet Plangon Mulai Terancam
BACA JUGA:Temuan Kasus Superflu di Majalengka, Begini Kata Kadinkes
Adapun kejadian teknis dan sosial lainnya tercatat sebanyak 6 kejadian, di antaranya kebocoran gas, kecelakaan lalu lintas, gangguan penerangan jalan umum (PJU), cincin macet, hingga penanganan orang terlantar.
Kedepan, Bambang menegaskan, Pemkab Cirebon akan terus memperkuat kapasitas layanan 112 Siaga Katon, baik dari sisi sumber daya manusia, sistem, maupun koordinasi antarinstansi.
"Harapannya, masyarakat semakin percaya dan tidak ragu memanfaatkan layanan 112 dalam situasi darurat,” pungkasnya.