9 Jenis Bencana Berpotensi Mengintai Wilayah Cirebon, SIMAK!

Jumat 23-01-2026,15:30 WIB
Reporter : Asep Kurnia
Editor : Asep Kurnia

"Saat ini cuaca lebih landai. Tapi ketenangan itu bersifat sementara. Sebab, kami memprediksi memasuki awal Februari 2026 hingga sekitar minggu ketiga, potensi cuaca ekstrem kembali meningkat. Masyarakat harus kembali waspada,” ujar Syamsul saat ditemui di ruang kerjanya.

Dijelaskannya, setelah melewati cuaca ekstrem, Kabupaten Cirebon biasanya memasuki masa pancaroba. Pada periode ini, ancaman angin kencang hingga puting beliung kerap muncul dan dapat berlangsung hingga Mei mendatang.

“Kondisi ini sering dikenal sebagai kemarau basah, terlebih jika tidak dipengaruhi siklon besar,” terangnya. 

Syamsul mengaku, pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk mencari solusi, khususnya di wilayah Cirebon timur. 

BACA JUGA:Paparkan Data Resmi, PDAM Tirta Kamuning Klarifikasi Tuduhan Krisis Air di Cikalahang

BACA JUGA:Arahan KDM Untuk Persoalan Air di Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai Kuningan

Normalisasi Sungai Cisanggarung sudah dilakukan, meski belum optimal. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Cirebon tengah mengupayakan pengerukan Sungai Ciberes.

“Tak hanya itu, normalisasi Kali Pembuang Lebak Putat dan Kali Pembuang Lebak Lamaran juga menjadi prioritas,” imbuhnya.  

Syamsul menambahkan, sebagai langkah jangka panjang, BPBD merekomendasikan penerapan sumur resapan dan biopori, pembangunan sodetan di kawasan DAS padat penduduk, untuk mengendalikan debit air.  

“Kerja sama lintas wilayah pun terus diperkuat, terutama untuk pengelolaan dan pemantauan wilayah hulu DAS. Tujuannya jelas, deteksi dini dan pencegahan banjir,” pungkasnya. 

Kategori :