Warga di Desa Cikalahang, Kecamatan Dukuhpuntang, Kabupaten Cirebon, sebagai desa penyangga dari sumber air kawasan Gunung Ciremai, menuntut hak agar kebutuhan air dipenuhi.
Namun, pihak PDAM Kuningan menilai tudingan tersebut tidak berdasar dan bertentangan dengan fakta di lapangan.
BACA JUGA:Terjadi Selisih Debit Air Cukup Besar ke Indramayu, Warga Cikalahang Curiga Ada Permainan
Gerry menjelaskan, bahwa jika merujuk pada neraca penggunaan air yang sebenarnya, kontribusi PDAM justru sangat kecil dibandingkan pemanfaat lain di kawasan Talaga Nilem.
"Berdasarkan data resmi, penggunaan air oleh PDAM Tirta Kamuning yang berizin hanya 9,6 liter per detik. Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan perusahaan swasta yang mencapai sekitar 96 liter per detik,” ungkapnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga memaparkan bahwa masyarakat Desa Cikalahang sendiri memanfaatkan limpasan air Talaga Nilem dalam jumlah yang cukup besar.
Tercatat, pemanfaatan limpasan oleh masyarakat mencapai 80,62 liter per detik, lebih besar dibandingkan pemanfaatan limpasan oleh PDAM Tirta Kamuning yang hanya 72,38 liter per detik.
"Jika ditarik kesimpulan, pengguna air terbesar di Talaga Nilem justru pihak perusahaan swasta dan masyarakat Desa Cikalahang sendiri. Bahkan, beredar informasi bahwa ada aparat desa setempat yang masuk dalam struktur pengurus perusahaan swasta itu. Lalu mengapa PDAM yang pemanfaatannya minim, legal, dan terdata justru disalahkan?” tegasnya.
Demi memperkuat argumen tersebut, Gerry menyebutkan data Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) per Februari 2024.
Dari total 58 pemanfaat air baik legal maupun ilegal, debit air yang dimanfaatkan dari kawasan TNGC mencapai 7.500,13 liter per detik.
Sementara itu, PDAM Tirta Kamuning hanya memiliki Izin Usaha Pemanfaatan Air (IUPA) sebesar 232,8 liter per detik atau sekitar 3,10 persen dari total tersebut, yang tersebar di 11 titik.
Bahkan, hingga saat ini PDAM baru memanfaatkan empat titik saja dengan total debit 99,2 liter per detik.
"Artinya, kami hanya menggunakan sekitar 1,32 persen dari total air yang keluar dari Gunung Ciremai. Sisanya yang ribuan liter itu digunakan oleh siapa? Ini jelas membuktikan bahwa PDAM bukan biang kekeringan,” ujarnya menegaskan.