Belum Ada Titik Terang, Sengketa Lahan Pemdes Serang dan Yayasan Dharma Rakita Jamblang

Senin 09-02-2026,15:04 WIB
Reporter : Samsul Huda
Editor : Asep Kurnia

Rombongan dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Dr Sophi Zulfia SH MH dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jabar, Ono Surono ST. 

Kunjungan ke lokasi ini merupakan tindak lanjut dari audiensi sebelumnya di DPRD Kabupaten Cirebon. 

Dari pantauan di lokasi, area pemakaman yang disengketakan tampak tidak terawat, dipenuhi semak belukar, dan minim penataan.

Pembuktian di lokasi area pemakaman hingga audiensi di Klenteng Jamblang pun tak juga membuahkan hasil. Keduanya saling klaim atas kepemilikan lahan tersebut. 

Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Dr Sophi Zulfia SH MH menegaskan, DPRD berupaya memfasilitasi penyelesaian sengketa agar tidak berlarut-larut. 

Pengecekan lapangan dilakukan untuk mencocokkan data luas, batas wilayah, serta status lahan yang diperselisihkan.

"Kami ingin mendapatkan gambaran utuh terkait lokasi, luasan, dan sejarah lahannya. Setelah ini, kemungkinan akan ada musyawarah lanjutan yang difasilitasi pemerintah daerah, termasuk bupati Cirebon,” ujar Sophi dikutip dari Harian Radar Cirebon. 

Ia menyebutkan, berdasarkan hasil sementara, lahan yang disengketakan mencakup area pemakaman dan lapangan desa dengan total luas sekitar 7,6 hektare. 

DPRD juga melibatkan Bagian Hukum serta DPKPP untuk menelusuri dokumen pendukung, termasuk Peraturan Desa (Perdes) tahun 2007 yang hingga kini masih dicari. 

“Kami ingin penyelesaian yang terang-benderang dan berbasis data,” katanya.

Di tempat yang sama, Wakil ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ono Surono ST menambahkan, sengketa ini tidak bisa dilepaskan dari nilai sejarah kawasan Klenteng Jamblang. 

Menurutnya, klenteng tersebut memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Cirebon dan diperkirakan berdiri sejak tahun 1480.

“Klenteng ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga bagian dari sejarah Cirebon. Karena itu, persoalan tanah pemakaman ini perlu ditelusuri secara utuh, termasuk dari sisi sejarahnya,” imbuhnya.  

Ia berharap mediasi lanjutan yang rencananya melibatkan bupati Cirebon dapat segera menghasilkan solusi terbaik bagi semua pihak.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada titik temu agar sengketa ini tidak terus berlarut,” pungkasnya. (sam)

Kategori :