Harga Kebutuhan Naik Signifikan, Bupati Dian: Masih Dalam Batas Wajar

Senin 16-02-2026,17:19 WIB
Reporter : Agus Sugiarto
Editor : Asep Kurnia

Sebelumnya, sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Kabupaten Kuningan mulai mengalami kenaikan harga jelang puasa.

Seperti harga cabai dan ayam potong, di sejumlah pasar taradisional mengalami lonjakan harga, Senin 9 Februari 2026.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Kuningan mencatat kenaikan harga terjadi pada sejumlah komoditas pangan, dengan cabai dan daging ayam sebagai komoditas yang paling menonjol.

Petugas pemantau harga Disperindagkop Kuningan, Arisman, menyampaikan bahwa tren kenaikan harga mulai terlihat seiring meningkatnya permintaan menjelang Ramadan.

"Harga kebutuhan pokok menjelang puasa cenderung naik, terutama cabai dan daging ayam,” kata Arisman saat menyampaikan laporan pemantauan harga di Pasar Kepuh Kuningan.

Arisman menuturkan, harga cabai merah Rp35.000–40.000/kg, cabai hijau Rp20.000–25.000/kg, cabai rawit hijau Rp50.000–60.000/kg. 

Cabai rawit merah Rp85.000–100.000/kg, cabai keriting merah Rp30.000–35.000/kg, dan cabai keriting hijau Rp25.000–30.000/kg

Selain itu, beberapa komoditas lain seperti bawang, minyak goreng, telur, hingga sayuran juga tercatat mengalami fluktuasi harga, meski masih dalam batas wajar.

Kenaikan harga pangan menjelang Ramadan bukan hanya terjadi di Kuningan, tetapi juga menjadi fenomena tahunan di berbagai daerah. 

Faktor cuaca, distribusi, serta lonjakan permintaan kerap memicu kenaikan harga di tingkat konsumen.

Pemerintah daerah diharapkan memperkuat pengawasan distribusi dan ketersediaan stok pangan, serta mengintensifkan langkah stabilisasi harga agar lonjakan tidak semakin membebani masyarakat selama Ramadan.

Pantauan di Pasar Kepuh Kuningan, harga daging ayam potong kini menembus Rp40.000 per kilogram, naik dibandingkan pekan sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp36.000–Rp38.000 per kilogram.

Kenaikan harga tersebut tidak hanya dirasakan konsumen, tetapi juga berdampak pada pedagang kecil yang harus menambah modal akibat naiknya harga dari distributor.

Salah seorang pedagang daging ayam eceran, Aam, mengatakan kenaikan harga terjadi karena mahalnya harga beli dari bandar pemotongan ayam.

"Sekarang harga jual Rp40 ribu per kilo. Minggu lalu masih Rp36 ribu. Karena harga belanja naik, mau tidak mau harga ke pembeli ikut naik,” ujar Aam.

Ia menuturkan, kondisi ini justru membuat keuntungan pedagang menurun karena daya beli masyarakat cenderung melemah ketika harga naik.

Kategori :