“Kalau boleh memilih, lebih baik harga stabil. Saat naik begini, pembeli berkurang, sementara modal yang dikeluarkan lebih besar,” katanya.
Aam mengaku memperoleh pasokan daging ayam dari distributor di Desa Tajurbuntu, Kecamatan Pancalang.
Setiap hari ia berangkat sejak dini hari ke tempat pemotongan ayam dan mulai berjualan pagi hari di pasar.
Namun, akibat kenaikan harga, ia terpaksa mengurangi jumlah stok harian untuk menekan risiko kerugian.
“Sekarang stok saya kurangi, karena harga dari bandar sudah naik cukup tinggi,” ujarnya. (*)