KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM – Satu tahun pemerintahan Bupati Dian Rachmat Yanuar dan Wakil Bupati Tuti Andriani menjadi momentum evaluasi sekaligus penegasan arah pembangunan Kabupaten Kuningan.
Melalui refleksi bertema “Satu Langkah, Seribu Harapan untuk Kuningan MELESAT” yang digelar di Pendopo Kabupaten, Senin (16/2/2026), pasangan kepala daerah ini memaparkan capaian serta tantangan selama tahun pertama kepemimpinan.
Visi Kuningan MELESAT (Maju, Empowering, Lestari, Agamis, dan Tangguh) ditegaskan sebagai pijakan pembangunan yang berorientasi pada penguatan ekonomi, stabilitas fiskal, dan reformasi tata kelola pemerintahan.
Tahun pertama diwarnai tekanan fiskal yang tidak ringan. Pemerintah Kabupaten Kuningan harus menghadapi pengurangan Dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp111 miliar.
BACA JUGA:Punya Pendopo Baru di Telaga Biru Cicerem, BUMDes Arya Kamuning Gelar Syukuran
BACA JUGA:517 Warga di Majalengka Terancam Kehilangan Rumah
Gagal salur Dana Bagi Hasil (DBH) Rp78 miliar, dan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum optimal.
Namun, strategi rasionalisasi anggaran diterapkan untuk menjaga keseimbangan keuangan. Belanja daerah difokuskan pada program prioritas seperti infrastruktur dasar dan penguatan sektor riil.
“Pembangunan yang sehat dimulai dengan kondisi fiskal yang kuat,” tegas Dian.
Komitmen itu dibuktikan dengan pelunasan tunda bayar Rp96,7 miliar pada September 2025—lebih cepat dari jadwal—serta penutupan tahun anggaran tanpa tunda bayar maupun gagal bayar.
BACA JUGA:Harga Kebutuhan Naik Signifikan, Bupati Dian: Masih Dalam Batas Wajar
BACA JUGA:Pilwu Secara Hybrid Sukses Digelar, Bupati Indramayu Apresiasi Panitia
Dalam konteks ekonomi makro, Kabupaten Kuningan mencatat pertumbuhan 9,11 persen pada triwulan III 2025.
Pada triwulan II, Kuningan bahkan sempat menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Jawa.
Indikator lain juga menunjukkan perbaikan antara lain ngka kemiskinan turun menjadi 10,74 persen (sekitar 12.160 warga keluar dari garis kemiskinan).