Dalam arahannya, Bupati Dian menegaskan bahwa kondisi PDAU saat ini membutuhkan penanganan serius dan strategi pemulihan yang terukur.
Menurutnya, pola kerja “business as usual” tidak lagi relevan. Diperlukan inovasi, tata kelola profesional, serta integritas manajemen agar perusahaan daerah mampu berdiri mandiri tanpa ketergantungan pada intervensi pemerintah.
Ia juga mengapresiasi kontribusi Direktur sebelumnya, Heni Susilawati, yang dinilai telah meletakkan fondasi penting bagi keberlanjutan perusahaan.
Bupati berharap PDAU dapat menyusul performa BUMD lain yang lebih dulu sehat dan berkontribusi signifikan terhadap PAD, seperti Bank Kuningan dan PDAM Kuningan.
“Kepemimpinan diuji saat organisasi berada dalam kondisi sulit. Dari situ lahir nakhoda yang tangguh,” tegasnya.
Sebagai BUMD, PDAU memiliki peran strategis dalam menggerakkan sektor usaha produktif daerah, membuka lapangan kerja dan menjadi motor pendapatan daerah non-pajak.
BACA JUGA:Tekan Lonjakan Harga, 15 Kecamatan Jadi Lokasi Gerakan Pangan Murah Ramadan 2026
BACA JUGA:HHBK Getah Pinus di Ciremai Dinilai Sah, Pengamat Minta Pendekatan Dialogis
Namun, di tengah kompetisi usaha yang semakin ketat, penguatan tata kelola dan inovasi bisnis menjadi kunci.
Tanpa transformasi, BUMD berisiko stagnan dan sulit memberikan kontribusi optimal terhadap PAD Kabupaten Kuningan.
Adang menyatakan, usai pelantikan dirinya langsung menuju kantor PDAU di Cirendang untuk melakukan koordinasi dan konsolidasi internal.
Reformasi manajemen dan transparansi keuangan, diversifikasi unit usaha produktif, optimalisasi aset daerah serta peningkatan profesionalisme SDM.
BACA JUGA:Polemik Penyadapan Getah Pinus, Ketua PSI Kuningan: KTH Itu Penjaga Hutan Ciremai, Bukan Perusak
BACA JUGA:Payung Hukum Belum Rampung, Pencairan Tunjangan DPRD Kuningan Sudah Berjalan