CIREBON, RADARKUNINGAN.COM - Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Pasar Minggu Palimanan, Kabupaten Cirebon, kerap jadi pemicu kemacetan arus kendaraan.
Hal tersebut dikarenakan sampah yang meluber ke jalan, sehingga arus kendaraan tersendat dan terhambat.
Pentauan di lapangan Senin, 2 Maret 2026, tumpukan sampah di TPS Pasar Minggu Palimanan juga menimbulkan bau menyengat.
Sebagian badan jalan tertutup sampah yang menggunung. Saat truk pengangkut melakukan pemuatan, arus lalu lintas tersendat karena kendaraan harus bergantian melintas di ruang yang tersisa.
Sejumlah warga terlihat menutup hidung akibat aroma busuk yang semakin menyengat saat siang hari.
BACA JUGA:6,5 Ton Sembako Ludes Dalam Waktu 2 Jam, Pasar Murah Polres Kuningan
BACA JUGA:Serempak Perbaiki Jalur Mudik, Jalur Alternatif Cirebon Tuntas H-7 Lebaran
Petugas kebersihan Pasar Minggu Palimanan, Agus, menjelaskan bahwa pihaknya rutin melakukan pengangkutan sebanyak dua rit setiap hari.
Secara perhitungan, jumlah tersebut seharusnya cukup untuk menampung produksi sampah dari pasar dan lingkungan sekitar.
“Setiap hari dua rit kami angkut. Kalau hanya dari pasar, sebenarnya cukup,” katanya.
Namun, Agus mengungkapkan kendala terjadi di tempat pembuangan akhir (TPA). Alat berat di TPA mengalami kerusakan sehingga proses pembongkaran sampah menjadi lambat.
Selain itu, kondisi jalan menuju TPA yang licin akibat musim hujan membuat armada harus ekstra hati-hati dan mengantre lebih lama.
BACA JUGA:Kontrak Tuntas, Stadion Mashud Kembali Dikelola Pemkab, Masuk Tetap Bayar
BACA JUGA:Tarling Perdana di Ciniru, Sekda Kuningan Janjikan 120 Ruas Jalan Mulus Sebelum Lebaran
“Alat beratnya rusak, jadi bongkar muatnya lama. Ditambah jalan licin karena hujan, armada jadi antre,” jelasnya.