KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM – Di tengah riuh kendaraan yang saling berebut jalan, sebuah momen kemanusiaan muncul tanpa aba-aba.
Anggota Satlantas Polres Kuningan menunjukkan aksi sigap yang bukan sekadar tugas, tapi panggilan nurani: mengawal seorang ibu hamil yang hendak melahirkan menembus kemacetan.
Peristiwa itu terjadi Senin (23/3/2026), saat patroli rutin berubah menjadi misi penyelamatan.
Sebuah mobil melaju gelisah di antara antrean kendaraan. Di dalamnya, seorang ibu tengah berjuang menahan kontraksi.
BACA JUGA:Neraka Arus Balik! Kuningan-Cirebon Lumpuh, 3 Jam Tak Bergerak
BACA JUGA:Reuni 50 Tahun SMA Kosgoro Kuningan: Bangunan Boleh Hilang, Kenangan Tetap Hidup
Tanpa banyak tanya, petugas langsung bertindak. Detik-detik yang terasa panjang itu akhirnya terpangkas oleh respons cepat aparat di lapangan.
Kemacetan yang biasanya menjadi momok, kali ini justru dilawan dengan ketegasan. Petugas mengawal kendaraan tersebut, memecah kepadatan arus lalu lintas demi satu tujuan: menyelamatkan nyawa ibu dan bayi.
Bukan perkara mudah. Tapi di situlah peran polisi diuji—bukan hanya sebagai pengatur jalan, melainkan penjaga keselamatan.
Setibanya di Rumah Sakit Wijaya Kusuma, aksi belum usai. Petugas turun tangan langsung, membantu ibu hamil keluar dari mobil, memapahnya dengan hati-hati, hingga memastikan ia masuk ke ruang Unit Gawat Darurat (UGD).
BACA JUGA:Reuni Smanecis ’87, Dari Pelukan Haru hingga Rencana Aksi Sosial
BACA JUGA:Yamaha Youth Community (Y2C) Bandung Perkuat Kebersamaan Lewat Iftar Member & CSR Berbagi Takjil
Tak ada jarak antara tugas dan empati. Semua dilakukan cepat, tepat, dan penuh kepedulian.
Di lokasi berbeda, anggota Satlantas juga menangani kecelakaan lalu lintas ringan. Korban langsung diberi pertolongan pertama, sementara situasi di sekitar lokasi diamankan agar tidak memicu kemacetan lanjutan.
Hari itu, jalanan Kuningan bukan hanya soal lalu lintas—tapi juga tentang kemanusiaan.