Jika dijalankan dengan integritas, hasil seleksi akan melahirkan pemimpin birokrasi yang kompeten secara teknis. Kuat dalam kepemimpinan, visioner dalam menghadapi tantangan daerah.
Sebaliknya, jika proses ini terciderai, maka yang dipertaruhkan bukan hanya jabatan, tetapi juga kepercayaan publik.
Jabatan JPT Pratama bukan sekadar posisi struktural. Di tangan merekalah arah kebijakan daerah diterjemahkan menjadi program nyata. (*)