Selain pengendalian kimia, petani juga diarahkan menerapkan metode mekanis dan kultur teknis seperti pengaturan air sawah secara intermiten, sanitasi lahan, dan pencabutan tanaman terserang untuk memutus siklus hama.
Dari hasil pengamatan lapangan, ditemukan keberadaan musuh alami seperti Lycosa sp dan Paederus sp yang dinilai berpotensi membantu menekan populasi hama secara alami.
Wahyu menambahkan, keberhasilan pengendalian tidak berhenti pada pelaksanaan Gerdal, tetapi harus diikuti pengamatan berkala agar serangan dapat dicegah sejak dini.
BACA JUGA:Tiga Posisi Kabag Setda Kuningan Kosong, Ini Prediksi Nama yang Berpeluang Mengisi
“Kalau petani, penyuluh dan pemerintah bergerak bersama, potensi kehilangan hasil panen bisa ditekan,” katanya.
Pemkab Kuningan optimistis pendekatan pengendalian berbasis ekosistem mampu menjaga produktivitas padi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah ancaman perubahan iklim dan serangan hama. (*)