“Jangan sampai datanya tidak sinkron. Kita perlu membangun kesadaran keterbukaan, termasuk mengenai penghasilan dan kewajiban yang dimiliki. Perhitungannya harus jelas sehingga tidak ada kesalahpahaman,” ujarnya.
BACA JUGA:Apresiasi Konsumen, Yamaha Ajak Nonton Langsung MotoGP Mandalika dan Wisata Lombok
BACA JUGA:Kasus Tunjangan DPRD Kuningan, Praktisi Hukum Desak Kejaksaan Bertindak
BAZNAS Diminta Percepat Penyaluran Dana Zakat
Selain menyoroti penghimpunan, Dian mengingatkan pentingnya pengelolaan dan penyaluran dana ZIS.
Dana yang telah terkumpul, menurut dia, harus dikelola dengan baik dan segera disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima sesuai ketentuan.
Ia menilai BAZNAS mempunyai peran strategis dalam membantu warga yang menghadapi kesulitan ekonomi.
Bantuan tersebut dapat menjangkau anak-anak yang mengalami kendala memenuhi kebutuhan sekolah hingga masyarakat yang tertimpa musibah.
BACA JUGA:Gugatan Disdikbud Kuningan Rp777 Juta, Pejabat Pemkab Dipanggil PN
BACA JUGA:Insiden Cairan Pembersih Lantai Diduga Masuk Mulut Siswa SMP Japara Kuningan, Bullying?
Dian mengatakan, BAZNAS memiliki ruang untuk memberikan respons sosial secara lebih cepat ketika masyarakat menghadapi kebutuhan mendesak.
Mekanisme ini dinilai penting karena penggunaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) terikat prosedur serta perencanaan anggaran.
“Kalau terjadi musibah, masyarakat membutuhkan bantuan segera. BAZNAS bisa menjadi salah satu instrumen untuk memberikan intervensi kepada mereka yang membutuhkan. Karena itu, dana yang terkumpul harus dikelola dengan baik dan disalurkan tepat sasaran,” katanya.
Ia juga mengapresiasi perbaikan tata kelola BAZNAS yang dinilainya semakin baik.
BACA JUGA:Bangunan SDN Pinara Kuningan Direvitalisasi
BACA JUGA:Modifikator Makassar Unjuk Kreativitas di CustoMAXi Yamaha 2026, AEROX Drag Style Jadi Jawara