KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM – Organisasi Gentayangan Kuningan terus menjalankan berbagai kegiatan sosial untuk masyarakat sejak 2022.
Mulai dari santunan, bakti sosial (baksos), bantuan bagi warga yang membutuhkan, hingga bersih-bersih makam menjadi agenda yang dijalankan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.
Ketua Umum Gentayangan, Feby Adidalas, didampingi Ketua Harian Yudi Rukmana, mengatakan organisasi tersebut tidak hanya menjadi wadah berkumpul, tetapi juga sarana membangun kedekatan dengan masyarakat.
Seluruh kegiatan dijalankan secara mandiri melalui dana internal tanpa mengandalkan bantuan anggaran pemerintah daerah (Pemda).
BACA JUGA:Jalan Desa Pinara Rusak, Pengkolan Ciporang Rawan Kecelakaan
BACA JUGA:Sisir Warung di Cirendang dan Cilimus, Polres Kuningan Sita 1.708 Botol Minuman Keras
"Sejak 2022, kami tidak pernah vakum. Kami terus berupaya hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan. Kami juga tidak pernah meminta sumbangan kepada Pemda karena seluruh kegiatan dibiayai dari dana internal organisasi,” ungkap Feby, Senin (26/10/2026).
Menurut Feby, konsistensi kegiatan sosial menjadi bagian penting dari perjalanan Gentayangan. Organisasi ini berupaya menjaga keterlibatan langsung dengan masyarakat melalui program yang manfaatnya bisa dirasakan warga.
Gentayangan Siapkan Kegiatan Bersama Masyarakat
Selain kegiatan sosial, Gentayangan juga pernah menggelar jalan santai sebagai agenda tahunan pada 2022 hingga 2024. Kegiatan tersebut sempat tidak dilaksanakan pada 2025.
Tahun ini, organisasi tersebut kembali merencanakan agenda yang melibatkan masyarakat. Salah satu kegiatan yang masuk pertimbangan adalah lomba tarik tambang.
BACA JUGA:Karhutla Gunung Ciremai, Tuti Siapkan Logistik 1.000 Personel dan Es Buah
BACA JUGA:Karhutla TNGC, Kapolres Kuningan Pantau Titik Api
Namun, rencana itu belum diputuskan karena panitia masih mempertimbangkan aspek keselamatan peserta. Feby menegaskan, kegiatan yang diselenggarakan harus memperhatikan keamanan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Kami ingin kegiatan yang digelar benar-benar membawa manfaat dan mempererat hubungan dengan masyarakat. Untuk tarik tambang, masih kami pertimbangkan karena faktor keamanan harus menjadi perhatian utama. Kemungkinan pelaksanaannya diundur ke akhir tahun dengan agenda yang berbeda,” jelas Feby.