Pertimbangan tersebut membuat Gentayangan membuka kemungkinan untuk menggelar kegiatan lain pada akhir tahun.
Agenda yang dipilih nantinya diharapkan tetap menjadi sarana mempererat kebersamaan antara organisasi dan masyarakat.
BACA JUGA:Karhutla Gunung Ciremai, Baznas Buka Posko Dapur Air untuk Relawan
BACA JUGA:Turnamen Domino ORADO Kuningan Diikuti 32 Tim, Hadiah Rp4 Juta
Santunan hingga Bersih-Bersih Makam Jadi Agenda Sosial
Kegiatan sosial tetap menjadi salah satu fokus utama Gentayangan Kuningan. Selain memberikan santunan dan bantuan kepada warga yang membutuhkan, organisasi ini rutin menjalankan bakti sosial serta kegiatan bersih-bersih makam.
Program bersih-bersih makam telah dimulai sejak 2022. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus upaya menjaga semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Bagi Gentayangan, keterlibatan dalam kegiatan sosial tidak harus selalu diwujudkan melalui acara besar. Bantuan kepada warga dan kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat menjadi bagian dari upaya organisasi mempertahankan kedekatan dengan lingkungan sekitarnya.
Feby menyebutkan, jumlah anggota Gentayangan mencapai belasan ribu orang. Sebagian anggotanya juga terlibat aktif dalam organisasi kemasyarakatan (ormas) lain.
Menurutnya, jaringan anggota yang luas tersebut menjadi salah satu modal untuk memperkuat komunikasi dan kepedulian sosial. Meski demikian, kegiatan organisasi tetap diarahkan pada tujuan bersama, yakni membantu masyarakat dan memperjuangkan kepentingan warga.
BACA JUGA:Polres Kuningan Buka Desk Ketenagakerjaan, Pekerja Bisa Mengadu
BACA JUGA:7.434 PPPK Kuningan Masuk Agenda Orientasi, Begini Skemanya
Berawal dari Gerakan Transparansi Rakyat Kuningan
Gentayangan berawal dari inisiatif warga di Blok Kabumen, Jalan Adipati Ewangga, Kabupaten Kuningan. Organisasi tersebut tumbuh dengan membawa semangat Gerakan Transparansi Rakyat Kuningan sebelum berkembang menjadi wadah yang melibatkan anggota dari berbagai latar belakang.
Feby menjelaskan, Gentayangan merupakan organisasi nonstruktural yang telah lama hadir di Kuningan. Organisasi tersebut juga tercatat secara resmi di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).
Dalam perjalanannya, Gentayangan terus melakukan regenerasi dengan melibatkan generasi penerus dari kalangan keluarga pendiri maupun para senior organisasi. Upaya ini dilakukan untuk menjaga keberlanjutan organisasi sekaligus mempertahankan semangat yang menjadi dasar pembentukannya.