KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memicu perbedaan sikap di depan Pendopo Kabupaten Kuningan, Jalan Siliwangi, Senin (26/10/2026).
Dua kelompok massa menggelar unjuk rasa di lokasi yang sama, dengan satu pihak mendesak evaluasi dan audit dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sedangkan kelompok lainnya menyatakan dukungan terhadap kelanjutan program tersebut.
Kedua aksi berlangsung di bawah terik matahari dengan pengawasan aparat keamanan. Meski membawa tuntutan yang berlawanan, masing-masing kelompok menyampaikan aspirasi tanpa menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban.
Kelompok pertama berasal dari LSM Frontal yang dipimpin Uha Juhana. Mereka mengkritisi pelaksanaan program MBG dan meminta pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum (APH) memeriksa operasional dapur SPPG di wilayah Kabupaten Kuningan.
Massa LSM Frontal datang menggunakan sekitar empat kendaraan roda empat. Dalam aksinya, mereka menekankan pentingnya pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan pelaksanaan program tidak merugikan masyarakat.
BACA JUGA:Kuningan Kirim 280 Atlet ke PORPROV Jabar 2026, Bonus Medali Disiapkan
BACA JUGA:Operasi Patuh Lodaya 2026, Polisi Kuningan Sasar 4 Pelanggaran
"Kami mendesak Bupati dan APH agar mengaudit dapur SPPG," tegas Uha Juhana.
Menurut Uha, pelaksanaan MBG perlu dievaluasi secara mendalam. Audit dinilai penting untuk memastikan operasional dapur penyedia makanan dalam program tersebut berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan persoalan bagi masyarakat.
Kelompok Pendukung Minta Program MBG Tetap Berjalan
Tidak berselang lama, kelompok lain datang ke lokasi untuk menyuarakan dukungan terhadap program MBG. Massa pendukung terdiri atas unsur Pemuda Pancasila, sejumlah pegawai program MBG, serta relawan yang mendukung keberadaan SPPG dan keberlanjutan program tersebut.
Koordinator lapangan kelompok pendukung, Budi Banten, menilai MBG merupakan langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, terutama anak-anak usia sekolah.
BACA JUGA:Gentayangan Kuningan: Santunan dan Baksos Jadi Agenda Rutin
BACA JUGA:Jalan Desa Pinara Rusak, Pengkolan Ciporang Rawan Kecelakaan
Ia menyayangkan aksi penolakan terhadap program tersebut karena dinilai berpotensi menghambat manfaat yang seharusnya diterima anak-anak, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.