BACA JUGA:Gentayangan Kuningan: Santunan dan Baksos Jadi Agenda Rutin
Rumah di Sumbakeling Hangus, Kerugian Rp105 Juta
Pada malam yang sama, kebakaran juga melanda rumah milik Apandi (75), seorang petani di Desa Sumbakeling, Kecamatan Pancalang. Rumah tersebut dihuni bersama Sukeni (70), Sri Asih (55), dan Risky (26).
Kebakaran diketahui sekitar pukul 18.30 WIB, selepas Magrib, setelah pelapor menerima informasi dari warga. Pelapor bersama masyarakat sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
Namun, kobaran api terus membesar hingga melalap seluruh bangunan. Warga kemudian menghubungi Call Center UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kuningan untuk meminta bantuan.
Petugas mengerahkan delapan personel piket dengan satu unit kendaraan operasional. Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar satu jam, dibantu anggota Polsek Pancalang, Koramil Pancalang, Tagana Kuningan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat.
Berdasarkan pengumpulan keterangan di lokasi, kebakaran diduga bermula dari korsleting listrik pada lampu di kamar belakang. Lampu tersebut dilaporkan meletup hingga menimbulkan percikan api yang jatuh ke kasur. Api kemudian membesar dan merambat ke seluruh bagian rumah.
"Bangunan permanen berukuran sekitar 9 x 7 meter itu hangus terbakar. Sejumlah barang turut terdampak, di antaranya dua unit sepeda motor jenis Honda Scoopy dan Fostwan, satu televisi LED, dua spring bed, dua kulkas, satu kompor gas, serta satu kursi kayu," beber Andri.
Akibat kejadian tersebut, bangunan permanen berukuran sekitar 9 x 7 meter hangus terbakar beserta sejumlah barang di dalamnya. Total kerugian material diperkirakan mencapai Rp105 juta.
Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran di Desa Sumbakeling tersebut.
Jarak dan Ketersediaan Air Jadi Kendala Pemadaman
Dalam penanganan kebakaran di Sumbakeling, petugas menghadapi sejumlah kendala. Jarak lokasi kejadian yang cukup jauh dari markas pemadam kebakaran menjadi salah satu hambatan.
Selain itu, sumber air tidak tersedia di sekitar lokasi kebakaran. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi petugas saat melakukan pemadaman dan pendinginan.
Andri menegaskan, berdasarkan pemeriksaan awal dan keterangan yang dihimpun, kedua kebakaran diduga berkaitan dengan korsleting listrik. Kedua kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, tetapi menyebabkan kerusakan bangunan dan kerugian material bagi pemilik rumah. (*)