Kuwu Cihideung Hilir Dituntut Lengser, Perangkat Desa Ikutan Mundur

Kuwu Cihideung Hilir Dituntut Lengser, Perangkat Desa Ikutan Mundur

Kuwu Cihideung Hilir, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, memenuhi tuntutan warga. Dirinya mundur namun diikuti 12 perangkat desa lainnya.-Tangkapan Layar Video-

Mengenai 12 perangkat desa Cihideung Hilir yang ikut mundur, Dede tidak bisa mencegah keinginan anak buahnya itu.

Menurut Dede, mundurnya perangkat desa atas inisiatif pribadi tanpa ada paksaan dari dirinya yang terlebih dahulu sudah tandatangan surat pengunduran diri.

"Mereka (Perangkat desa) ikut sendiri (mundur)," tegas Dede.

BACA JUGA:Warga Cihideung Hilir Gelar Aksi Demo, Tuntut Mundur Kepala Desa

Demo yang terjadi di Desa Cihideung Hilir, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, merupakan aksi massa terbesar yang terjadi di wilayah tersebut.

Aksi demo yang mereka lakukan, buntut dari kekecewaan warga atas tidak jelasnya pembangunan yang dilakukan di pemerintah desa setempat.

Sebelumnya, warga bersama pihak pemerintah desa setempat sudah melakukan audiensi. Namun hasilnya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan warga.

Sebagai bentuk kekecewaan, ribuan warga turun ke jalan. Mereka mengepung kantor desa dan menuntut kuwu Cihideung Hilir mundur.

Sejak pukul 8.00 WIB, warga dari berbagai dusun mulai berdatangan dan memenuhi halaman Balai Pemerintahan Desa Cihideung Hilir. 

Mereka membawa poster, spanduk protes, serta pengeras suara, menyuarakan tuntutan transparansi pengelolaan Dana Desa dan realisasi program yang dinilai tidak pernah dirasakan masyarakat.

Menjelang pukul 9.00 WIB, suasana aksi semakin panas. Sejumlah orator secara bergantian menyampaikan tuntutan dari atas mobil komando. 

Tak lama kemudian, massa membakar ban bekas di tengah kerumunan, memicu kepulan asap hitam tebal yang terlihat dari jarak jauh dan menarik perhatian warga sekitar.

Mengantisipasi situasi memburuk, aparat gabungan dari TNI, Polri, dan Satpol PP segera membentuk barikade pengamanan. 

Petugas memastikan api tidak meluas serta berupaya menjaga agar aksi tetap terkendali.

Koordinator lapangan aksi, Iqbal, menyatakan bahwa demonstrasi ini merupakan puncak kekecewaan warga setelah berbagai upaya dialog sebelumnya tidak membuahkan hasil.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: