APBD 2027, Pemkab Kuningan Bebas Utang
Bupati Dian Rachmat Yanuar menyampaikan bahwa Pemkab Kuningan melakukan penghematan besar-besaran sehingga gagal bayar bisa dituntaskan kurang dari satu tahun.-Agus Phanter-Radar Kuningan
Ia menjelaskan, langkah penghematan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemangkasan anggaran perjalanan dinas hingga 50 persen, pengurangan kegiatan seremonial, sampai penyesuaian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN.
Kebijakan tersebut dilakukan sebagai upaya menyelamatkan fiskal daerah.
Hasilnya, kondisi keuangan daerah perlahan mulai membaik. Dian optimistis, jika tren perbaikan terus berlanjut, Kabupaten Kuningan akan mencapai titik nol utang pada akhir 2026 dan mulai menjalankan APBD tanpa beban utang pada 2027.
BACA JUGA:Mendekati Puasa, Harga Cabai dan Ayam Mulai Mahal
"Mohon doanya, tahun 2027 kita sudah mulai bergerak dengan APBD nol, artinya bebas dari utang. Pekerjaan rumah yang selama ini berat, insya Allah bisa terus membaik,” katanya.
Selain fokus pada pemulihan keuangan, ia juga mendorong perubahan pola kerja perangkat daerah.
Ia menegaskan, setiap program harus dirancang agar efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar kegiatan rutin yang berulang.
"Sebetulnya anggaran besar tidak menjamin program itu efektif. Kuncinya program harus tepat sasaran. Kita harus mampu memaksa lahirnya program yang berdampak meski dengan anggaran terbatas,” tegasnya.
Ia mencontohkan keberhasilan pendekatan tersebut melalui program di sektor pertanian.
BACA JUGA:3 Atlet NPCI Asal Kuningan Berjaya di Kancah Internasional
Pemerintah daerah memberikan bantuan bibit bersertifikat gratis serta subsidi pupuk kepada kelompok tani.
Kebijakan itu terbukti mampu meningkatkan produktivitas pertanian, dari dua kali masa panen menjadi tiga kali panen dalam setahun.
Dampak kebijakan tersebut, lanjutnya, mulai tercermin dari indikator makro ekonomi daerah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Kuningan tercatat berada di atas rata-rata Jawa Barat maupun nasional, bahkan sempat menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa pada kuartal kedua.
Selain itu, angka kemiskinan juga menunjukkan tren penurunan sebesar 0,2 digit, capaian yang menurutnya belum terjadi dalam empat hingga lima tahun terakhir.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
