Tak Mau Mudik Lebaran Diwarnai Sopir “Teler”, Dishub-BNN Kuningan Tes Urine Sopir Bus
Melalui Dinas Perhubungan, Pemda Kuningan menggelar Operasi Inspeksi Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) yang dibarengi pemeriksaan kendaraan atau ramp check serta tes urine bagi sopir dan awak bus. (Agus Sugiarto)--
KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM – Menjelang lonjakan arus mudik Idul Fitri 1447 H, Pemerintah Kabupaten Kuningan mulai memperketat pengawasan terhadap armada angkutan umum.
Bukan hanya kondisi kendaraan yang diperiksa, tetapi juga kondisi pengemudi yang menjadi penentu keselamatan penumpang.
Melalui Dinas Perhubungan, Pemda Kuningan menggelar Operasi Inspeksi Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) yang dibarengi pemeriksaan kendaraan atau ramp check serta tes urine bagi sopir dan awak bus.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi potensi kecelakaan selama arus mudik Lebaran yang kerap dipicu oleh faktor manusia, termasuk kelelahan hingga penyalahgunaan narkoba.
BACA JUGA:Jelang Mudik Lebaran, Bus di Kuningan ‘Disidak’ Dishub
BACA JUGA:LSM Frontal: Tanpa Perbup, Pencairan Tunjangan DPRD Kuningan Berpotensi Cacat Hukum
Operasi yang berlangsung selama empat hari sejak Kamis (5/3) tersebut menyasar sejumlah titik operasional transportasi darat yang menjadi pusat aktivitas bus antarkota.
Beberapa lokasi yang diperiksa antara lain Terminal Tipe A Kertawangunan, serta sejumlah pool bus seperti PT Luragung Jaya Group, AKA Panorama Wisata, Bukit Jaya Mandiri, Pecel Balap, Tunggal Jaya Transport, hingga Rafael KNP Wijaya.
Petugas tidak hanya memeriksa kelengkapan dokumen kendaraan, kondisi rem, lampu, hingga ban.
Mereka juga memastikan para pengemudi dalam kondisi sehat, fokus, dan bebas dari pengaruh zat terlarang saat membawa penumpang.
BACA JUGA:Scoopy Berpelat Thailand Diciduk Polisi di Jalan Protokol Kuningan
BACA JUGA:Diskon Ramadhan Emas Batangan Antam Asli, Ini 5 Pilihan Ukuran yang Bisa Dipilih!
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kuningan, Agus Mulya, menegaskan pihaknya dilibatkan dalam operasi tersebut untuk melakukan deteksi dini terhadap kemungkinan penyalahgunaan narkotika di kalangan awak angkutan.
Menurutnya, keselamatan transportasi tidak hanya bergantung pada kondisi kendaraan, tetapi juga pada kesiapan mental dan fisik pengemudi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
