Imlek yang Terlupakan di Cilimus yang Dulu Jadi 'Desa Tionghoa' di Kabupaten Kuningan

Imlek yang Terlupakan di Cilimus yang Dulu Jadi 'Desa Tionghoa' di Kabupaten Kuningan

Jejak perayaan Imlek oleh masyarakat Tionghoa di Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan.-Tedi Kholiludin - tangkapan layar-radarkuningan.com

RADARKUNINGAN.COM - Desa Cilimus dan Caracas, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan dulu punya kenangan dengan tradisi masyarakat Tionghoa yakni Imlek dan Cap Go Meh.

Dua tradisi yang tidak berselang lama pasa Tahun Baru China tersebut, digelar di desa Tionghoa yang ada di utara Kabupaten Kuningan.

Sebutan desa Tionghoa ini, tidak berlebihan. Pasalnya, ada lebih dari 800 warga Tionghoa yang tinggal di sana.

Bahkan jejak sejarah dari para leluhur itu, masih terlihat dengan jelas. Adanya pemakaman di sekitar Desa Caracas.

BACA JUGA:Berenang Bersama Ikan Dewa di 2 Kolam Renang Alami di Kuningan, Airnya Dingin Menusuk Tulang

Menariknya, setiap perayaan Imlek masyarakat lokal juga ikut merayakan. Kehidupan yang sangat rukun dan penuh persaudaraan.

Meski kini jejaknya nyaris tak tersisa. Perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Cilimus pun, hanya tinggal menjadi kenangan.

Akademisi dan peneliti, Tedi Kholiludin salah satu yang pernah melakukan penelitian ihwal keberadaan masyarakat Tionghoa di Cilimus.

Dalam intisari penelitiannya, peneliti Kelahiran Desa Bojong itu, menyebut bahwa saat perayaan Imlek, Cilimus dan Caracas adalah desa yang begitu ramai.

BACA JUGA:Memiliki Hobi Berkebun Namun Lahan Rumah Minimalis? Inilah Cara Membuat Vertikal Garden agar Terlihat Estetik

Masyarakat pribumi justru yang meramaikannya mereka menjadi Barongsai dan masuk ke rumah-rumah etnis Tionghoa. Penduduk Tionghoa kemudian memberikan liong atau barongsai angpao.

Menurutnya, ketika itu yang banyak menikmati Imlek secara materi adalah masyarakat Pribumi.

Masyarakat pribumi yang dekat dan sudah berbaur dengan Tionghoa mendapat kiriman paket yang kebanyakan saat itu adalah dodol Tionghoa, penganan khas Imlek.

Perayaan ini berlangsung hingga tahun 1945. Sejak saat itu hingga sekarang perayaan Imlek sudah tidak lagi dilangsungkan. Bisa dimengerti karena sudah tidak ada lagi etnis Tionghoa di sana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: