Terkait Penemuan Banpres Dikubur, Ridwan Kamil: Prosedur Pemusnahan Beda-Beda

Selasa 02-08-2022,17:00 WIB
Editor : Asep Kurnia

BANDUNG, RADAR KUNINGAN - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta aparat penegak hukum memproses temuan bantuan presiden (banpres) Joko Widodo yang ditimbun di dalam tanah di wilayah Depok. 

Kata pria yang karib disapa Emil itu, polisi harus mencari tahu kebenaran di balik fakta ditimbunnya banpres itu. 

“Kalau ternyata tidak sesuai prosedur, tentu saya rekomendasi prosedur hukum karena itu kan anggaran negara, ya sudah dianggarkan, sudah dibelajakan, tidak disalurkan,” katanya di Kantor Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin 1 Agustus 2022.

Dia pun menyarankan agar polisi perlu menyelidiki terkait asal muasal banpres ditimbun itu. 

BACA JUGA:Kasus DBD di Kuningan Meningkat, Satu Semester Capai 900 Kasus, 6 Meninggal Dunia

“Saya minta diteliti, apakah barangnya rusak dari awal atau rusak diperjalanan atau dirusakkan? Kita tidak ada yang tahu,” ujarnya. 

“Bahwa, kalau sudah rusak harus dimusnahkan, saya kira iya masa dikonsumsi kan. Tetapi pertanyaan saya tadi, rusaknya di mana? Di awal, di tengah, atau di akhir? Nah itu kalau bisa prosedur hukum menyelidiki itu,” sambungnya. 

Menurutnya, pihak JNE selaku penyalur banpres sudah memberikan keterangannya ihwal temuan banpres ditimbun. 

Pihak JNE menyatakan bahwa dalam penyaluran banpres sudah dilakukan sesuai prosedur. 

BACA JUGA:Kesaksian Warga: Tidak Tahu Ada Paket Banpres Dipendam di Lapangan

“Bahwa, ada prosedur dalam penyaluran kalau barangnya rusak tidak bisa dipakai memang bisa dimusnahkan,” ucap Emil.

Dalam pemusnahan barang itu, sambung Emil, ada banyak caranya.

“Nah, jenis pemusnahan itu beda-beda. Kalau miras (minuman keras) digilas, narkoba dibakar mungkin kalau barangnya berbentuk beras dikubur, Barangkali begitu,” imbuhnya, dikutip dari JPNN.com.

Sebelumnya, warga Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok digegerkan dengan penemuan ratusan paket bantuan sosial (bansos) dari pemerintah yang ditimbun di Lapangan KSU. 

BACA JUGA:Polisi: JNE Mengakui yang Nimbun

Kategori :