Sedangkan di Eropa justru digambarkan sebagai hewan yang lebih mirip dengan dinosaurus. Kemudian memiliki sayap besar dan kemampuan untuk menyemburkan api.
"Di Asia digambarkan dengan citra positif sebagai pembawa keberuntungan. Sementara di Eropa lebih digambarkan sebagai mahluk jahat," katanya.
Kembali ke situs batu yang ada di puncak Gunung Tilu, Kabupaten Kuningan, relief naga pada menhir tersebut ternyata memiliki penafsiran tersendiri, sesuai dengan konteks kepercayaan masyarakat pada saat itu. (*)