Dengan diluncurkannya logo baru, netizen semakin penasaran dengan desain baru jersey Timnas Indonrsia.
"Penasaraaan sama desain barunya kalo logonya begini," tulis akun @satri***.
Erspo yang ditunjuk sebagai pihak penyedia apparel baru oleh PSSI, mendapat sambutan kurang baik saat perkenalan jersey skuad Garuda di awal peluncuran.
Launching jersey Timnas Indonesia memicu reaksi beragam dari netizen. Sebagian besar netizen mengkritik desain yang dirilis Erspo sebagai penyedia apparel.
Seragam terbaru skuad Garuda resmi dirilis di Jakarta, Senin (18/3).
Tiga varian jersey Indonesia tetap mengusung warna merah, putih, dan hitam.
Jersey utama Timnas Indonesia sendiri baru diperagakan terakhir oleh sebagian para pemain Timnas Indonesia. Pelatih Shin Tae Yong jadi pemimpin rombongan.
Jersey baru Timnas Indonesia ini mengadopsi kostum lawas era 1981. Dengan menggunakan model kerah bundar dibubuhi aksen bergaris di bagian leher dan lengan.
Jersey utama Timnas Indonesia sendiri baru diperagakan terakhir oleh sebagian para pemain Timnas Indonesia. Pelatih Shin Tae Yong jadi pemimpin rombongan.
Jersey baru Timnas Indonesia ini mengadopsi kostum lawas era 1981. Dengan menggunakan model kerah bundar dibubuhi aksen bergaris di bagian leher dan lengan.
Selain itu, logo Garuda tampak beda dari sebelumnya. Jika sebelumnya logo Garuda di dada dibalut dalam lingkaran, kali ini berbentuk perisai dengan lingkaran di dalamnya.
Desain tersebut memicu perdebatan di kalangan suporter Timnas Indonesia, terutama bagi mereka yang aktif di media sosial. Ada yang menyambut positif ada pula yang mengkritik.
Instagram resmi Erspo mendadak dibanjiri komentar netizen. Terutama setelah mengunggah desain jersey kandang merah yang dikenakan Yakob Sayuri.
"Kerahnya mirip kaos bola saya yang beli di pasar seharga Rp25 ribuan. Mirip aja sih," tulis salah satu netizen.
"Home-away cuma di balik warna saja. Nggak ada desain pembeda sama sekali," tulis netizen lainnya.
Tak sedikit pula netizen yang membandingkan desain terbaru jersey Merah Putih dengan edisi sebelumnya. Sebagian justru lebih menyukai rilisan produk apparel sebelum Erspo.