Acara ini juga dihadiri oleh para tokoh senior Viking dan Bobotoh Kuningan seperti Niki, Handi, Asep Papay, serta Wibawa Gumbira dari Dewan Penasehat Viking Distrik Kuningan.
BACA JUGA:Sinergi Tanpa Batas! Yamaha Ajak Awak Media Satmori Jajal New
R25 & MT-25BACA JUGA:Fazzio Modifikasi Iconic Bikin Melirik Di Ajang Perdana Fazzio Modifest Samarinda
Kehadiran mereka menambah semangat dan kebanggaan dalam momen bersejarah ini.
Meski hujan sempat turun, semangat para pendukung tak berkurang. Mereka tetap bertahan dan menyaksikan tim kesayangan mereka mencetak sejarah baru.
“Ini bukan sekadar menang, ini adalah bukti bahwa Persib adalah harga diri warga Jawa Barat. Kami, Bobotoh Kuningan, akan selalu mendukung Maung Bandung,” ujar Niki dengan penuh emosi.
Pertandingan berlangsung penuh tensi dan emosi, di mana Persib menang 3-2 atas Persis Solo.
BACA JUGA:Opini WDP dari BPK, Ketua DPRD Kuningan: Ini Kemunduran Menyedihkan dan Wajib Berbenah
Gol-gol kemenangan dicetak oleh Gustavo Franca, Tyronne del Pino, dan David da Silva, sementara Persis hanya mampu membalas lewat Lautaro Belleggia dan Sho Yamamoto.
Gelar ini merupakan trofi keempat Persib di era Liga Indonesia, dan yang paling istimewa karena pertama kalinya diraih di markas sendiri.
Sebelumnya, Persib menjuarai liga di Jakarta (1995), Palembang (2014), dan Bangkalan (2024).
“Juara di kandang sendiri adalah momen yang luar biasa. Kami bangga bisa menyaksikan sejarah ini,” tutur Handi, salah satu Bobotoh senior Viking.
BACA JUGA:Yopi Sujana, Penggerak UMKM Kuningan, Sarasehan Bareng DPP Golkar dan Kementerian Sosial
BACA JUGA:Penurunan Opini BPK dari WTP ke WDP, Bupati Kuningan Soroti Pentingnya Evaluasi Tata Kelola Keuangan
Kemenangan ini semakin mengukuhkan kedekatan emosional antara Persib dan pendukungnya, tak terkecuali yang berada di Kuningan. (*)