Ia menambahkan, peserta yang berhasil melewati seleksi substansi akan langsung ditempatkan di lokasi yang telah ditentukan sistem.
BACA JUGA:Langkah Akseleratif Transformasi BRI Tuai Dukungan Komisi XI DPR RI
Tahapan awal dimulai dengan pengiriman pemberitahuan kepada para guru yang memenuhi syarat. Di Kuningan, terdapat 3.451 guru yang menerima notifikasi dari Disdikbud setempat.
Mereka kemudian diarahkan untuk mengikuti proses seleksi administrasi.
Sebelum tahapan ini berjalan, Disdikbud Kuningan telah menggelar sosialisasi melalui Zoom Meeting dan mengedarkan surat resmi sebagai panduan pendaftaran.
Dari total guru yang diberi pemberitahuan, sebanyak 311 orang mendaftar untuk seleksi administrasi.
BACA JUGA:Senin, Rotasi Eselon II Pemkab Kuningan Digelar, Tujuh Pejabat Dikabarkan Akan Dimutasi
BACA JUGA: Tegaskan Komitmen Transformasi, BRI Luncurkan BRIvolution Initiatives Phase 1
Namun, Uu mengungkapkan bahwa proses seleksi sempat terkendala gangguan sistem selama hampir satu minggu, sehingga jadwal seleksi diperpanjang oleh kementerian.
Setelah proses administrasi selesai, sebanyak 64 peserta dinyatakan lolos ke tahap seleksi substansi.
Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah indikator dalam sistem KSPSTK, seperti domisili, lama masa kerja, pangkat, usia, pengalaman memimpin, rekam jejak kinerja, hingga prestasi.
“Penempatan calon kepala sekolah memang diarahkan agar tidak terlalu jauh dari tempat tinggal mereka, agar efektivitas dan kesinambungan kinerja tetap terjaga,” jelasnya.
BACA JUGA:Warna Baru X-Ride 125 Tampil Tangguh dan Fresh Siap Jelajah Petualangan Baru
Seleksi substansi bagi ke-64 peserta dilaksanakan pada 8 Juli 2025 di SMAN 3 Bandung dengan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT), dan dikoordinasikan oleh Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Jawa Barat.