KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM- Sejumlah nama pejabat yang berada di level Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Pemkab Kuningan disebut-sebut layak mengisi pos Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) yang bakal ditinggalkan Beno Prihayatno.
Beni yang juga menjabat Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) bakal mengakhiri tugasnya pada tanggal 25 Agustus 2025, setelah selama enam bulan mengemban amanah sebagai Pj Sekda Kuningan.
Para pengganti Beni Prihayatno terus mencuat kepermukaan. Selain tiga nama yang santer disebut yakni Deden Sopandi Kurniawan, Kepala BPKAD.
Selanjutnya U Kusmana yang menjabat Kepala Disdikbud serta Kepala Diskatan, Wahyu Hidayah, ada satu nama lagi yang mendadak melejit.
BACA JUGA:Jumlah User Tumbuh 41 Persen, QLola by BRI Catat Volume Transaksi Rp5.970 Triliun
Kiprahnya d i birokrasi Pemkab Kuningan juga terbilang mentereng dan pernah menduduki beberapa jabatan strategis, baik ketika menjabat sebagai Eselon III maupun sekarang di Eselon II.
Nama lengkapnya, Toto Toharuddin. Pria bergelar Doktor itu memang meniti karir birokrasi mulai dari bawah hingga sekarang berada di Eselon II.
Pemerhati politik, hukum dan kebijakan, Abdul Haris menerangkan, sosok yang layak dilantik sebagai Pj Sekda tersebut adalah Toto Toharudin, yang saat ini menjabat Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Kuningan.
Toto dikenal jago lobi. Namanya juga tersohor di jajaran pejabat pemerintah provinsi, pusat dan juga kalangan pebisnis.
BACA JUGA:Layanan Digital BRI Mudahkan Transaksi Pelanggan dan Pemilik Usaha
“Selain Pak Deden, Pak Uu Kusmana, Pak Wahyu, saya kira peluang Pak Toto Toharuddin juga sangat terbuka. Kenapa? Karena Pak Toto memiliki kemampuan lobi yang luar biasa. Jadi, kansnya untuk dilantik sebagai Pj Sekda oleh Pak Bupati, ya sangat terbuka lebar,” papar Abdul Haris, Selasa sore 19 Agustus 2025.
Haris melihat, Toto merupakan figur yang memiliki kemampuan komplit dan sangat bisa diandalkan membantu menyukseskan program yang sudah dicanangkan Bupati dan Wakil Bupati Kuningan.
Apalagi selama menjabat Kepala Dinas Sosial, Toto berhasil meyakinkan pemerintah pusat untuk mengucurkan anggaran puluhan miliar rupiah guna program Sekolah Rakyat.