Seminar Profesi 2025, Mahasiswa AKK UBHI Kupas Regulasi Kosmetik dan Tren Glow Up

Kamis 25-12-2025,11:54 WIB
Reporter : Agus Sugiarto
Editor : Agus Sugiarto

Ia memaparkan peran strategis BPOM dalam mengawasi peredaran kosmetik di tengah derasnya arus digitalisasi.

BACA JUGA:Operasional dari Pusat Terhenti, 7 SPPG di Kuningan Tutup Sementara

BACA JUGA:Uha Juhana Puji Kinerja Bupati Dian, Bawa Prestasi Kuningan Melesat di Level Nasional

Materi yang disampaikan mencakup mekanisme regulasi, inspeksi lapangan, hingga edukasi masyarakat terkait pentingnya nomor izin edar, transparansi label bahan aktif, serta kanal pelaporan produk kosmetik ilegal.

Sesi berikutnya diisi oleh Niti Emiliana, SKM., MKM dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Dalam paparannya, Emiliana menyoroti kuatnya pengaruh iklan dan influencer terhadap persepsi kecantikan, khususnya di kalangan remaja perempuan.

Ia menegaskan bahwa perlindungan konsumen tidak hanya bergantung pada regulasi pemerintah, tetapi juga pada literasi dan kesadaran individu dalam menyaring informasi produk kecantikan.

Menambah bobot akademik seminar, mahasiswa AKK UBHI turut mempresentasikan hasil penelitian.

BACA JUGA:Polres Kuningan Sterilisasi Gereja, Pastikan Ibadah Berjalan Aman

BACA JUGA:Kepala Desa Nanggerang: Jumlah Pelamar SPPG Kalahkan Rekrutmen Perusahaan Besar

Salah satunya disampaikan oleh Fitriyana Agustiani, yang mengkaji hubungan paparan konten influencer, self-esteem, serta pengawasan BPOM terhadap perilaku penggunaan kosmetik pada remaja di Kabupaten Kuningan.

Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara paparan media sosial dengan preferensi dan perilaku penggunaan produk kosmetik.

Temuan ini menjadi refleksi penting bagi perumusan kebijakan kesehatan dan strategi edukasi remaja yang lebih efektif.

Seluruh rangkaian acara dipandu oleh Nova Puspita sebagai Master of Ceremony, dengan Anisa Salsabilla dan Putri Veronica H sebagai moderator.

BACA JUGA:Sejumlah Titik Rawan Dapat Pengawasan Petugas Gabungan Jelang Nataru

BACA JUGA:PDIP Kuningan Tancap Gas, Seleksi Pengurus Dikebut Pasca Konfercab

Diskusi berlangsung dinamis, ditandai dengan berbagai pertanyaan kritis dari peserta seputar keamanan kosmetik, prosedur izin edar, hingga strategi menghadapi tekanan standar kecantikan di media sosial.

Kategori :