Lewat Branding Digital, Mahasiswa Poltek SCI Dorong UMKM Teh Gambung Desa Payung Naik Kelas
Mahasiswa SCI mendampingi petani teh di Desa Payung, Majalengka, untuk naik kelas. (Foto: Istimewa) --
MAJALENGKA, RADARKUNINGAN.COM – Mahasiswa Politeknik Siber Cerdika Internasional (Poltek SCI) melalui program PRISMA 3.0 turut mengambil peran aktif dalam pengembangan potensi desa.
Khususnya mendorong kemajuan UMKM Teh Gambung di Desa Payung, Kabupaten Majalengka.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang dilakukan mahasiswa Program Studi Bisnis Digital.
Yakni Wilda Fathul Hidayati dan Ulya Himmatul Aliya. Keduanya fokus menggali potensi produk lokal sekaligus memperkenalkan strategi pengembangan usaha berbasis branding dan pemasaran digital.
BACA JUGA:UMK Kuningan Tahun 2026 Naik Rp120 Ribu, Tempati Peringkat Ke-21 di Jawa Barat
BACA JUGA:Bukan Fasilitas Resmi, Timnas Hoki Es Indonesia Gelar Latihan di Mall
Teh Gambung merupakan produk herbal khas Desa Payung yang telah diproduksi secara turun-temurun sejak 1982.
Produk ini dikelola secara mandiri oleh Suhanda dan Tarminah, warga setempat yang masih mempertahankan proses produksi tradisional hingga kini.
“Ciri khas Teh Gambung terletak pada warna coklat alaminya serta aroma yang kuat. Semua itu dihasilkan dari proses pengolahan manual tanpa mesin modern,” jelas Wilda dan Ulya.
Bahan baku Teh Gambung berasal dari daun teh muda pilihan yang dipetik langsung dari kebun milik sendiri di kawasan Kebun Sadarehe. Daun muda dipilih karena memiliki kualitas lebih baik dibandingkan daun tua.
BACA JUGA:Bupati Dian Monitoring Pelaksanaan Ibadah Malam Natal di Kuningan
BACA JUGA:Seminar Profesi 2025, Mahasiswa AKK UBHI Kupas Regulasi Kosmetik dan Tren Glow Up
Proses produksinya meliputi beberapa tahap, mulai dari pemetikan daun hijau, pelayuan, hingga proses sangrai yang menjadi kunci munculnya warna coklat khas pada teh tersebut.
Dalam satu kali produksi, sekitar 40 kilogram daun teh basah dapat menghasilkan kurang lebih 10 kilogram teh kering.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
