Seminar Profesi 2025, Mahasiswa AKK UBHI Kupas Regulasi Kosmetik dan Tren Glow Up
Seminar Profesi 2025 UBHI membahas regulasi kosmetik dan fenomena glow up. (Foto: Istimewa)--
KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM— Mahasiswa Peminatan Administrasi Kebijakan Kesehatan (AKK) Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Bhakti Husada Indonesia (UBHI) kembali menunjukkan perannya dalam mengkaji isu Kesehatan publik melalui penyelenggaraan Seminar Profesi 2025.
Mengusung tema “Di Balik Glow Up: Meneropong Kebijakan Peredaran Produk Kosmetik di Indonesia”, kegiatan yang digelar belum lama ini secara hybrid, mengombinasikan kehadiran langsung di kampus UBHI dan partisipasi daring melalui Zoom Meeting.
Tak kurang dari 300 peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen, hingga praktisi kesehatan dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti seminar ini.
Antusiasme peserta mencerminkan besarnya perhatian publik terhadap isu kosmetik dan fenomena glow up yang semakin menguat di era digital.
BACA JUGA:Sah, UMK Kuningan 2026 Resmi Naik Jadi Rp2,36 Juta, Berlaku Mulai Januari
BACA JUGA:Satgas P3MBG Kuningan Keluarkan Ultimatum, SPPG Bandel Terancam Sanksi Berat
Seminar Profesi merupakan agenda rutin mahasiswa AKK UBHI yang dirancang untuk melatih kemampuan analisis kebijakan kesehatan, khususnya terhadap isu-isu aktual yang bersinggungan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Tahun ini, topik kosmetik dipilih karena meningkatnya penggunaan produk kecantikan di kalangan remaja dan dewasa muda, yang kerap dipengaruhi oleh media sosial, iklan digital, dan figur influencer.
Fenomena glow up dinilai tidak lagi sekadar tren gaya hidup, melainkan telah menjadi persoalan kesehatan dan perlindungan konsumen yang membutuhkan pendekatan kebijakan berbasis bukti.
Seminar dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Bhakti Husada Indonesia, Dr. H. Abdal Rohim, S.Kp., MH. Dalam sambutannya, Rektor mengapresiasi keberanian mahasiswa mengangkat isu kosmetik sebagai bagian dari diskursus kesehatan masyarakat.
BACA JUGA:Pertama Kali Terjadi, Damkar Kuningan Diminta Ambil Raport di Sekolah
BACA JUGA:Sanksi Tegas untuk SPPG Lalai Tengah Dirancang, Libatkan Satgas MBG Kuningan
Menurutnya, mahasiswa kesehatan masyarakat dituntut peka terhadap perubahan sosial yang berdampak pada perilaku konsumsi dan keselamatan masyarakat.
“Tren glow up tidak hanya soal penampilan, tetapi juga menyangkut keamanan produk yang digunakan setiap hari. Mahasiswa harus mampu menjadi agen edukasi publik agar masyarakat lebih kritis dan bijak memilih kosmetik yang aman serta terdaftar resmi,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
