Banjir yang terjadi pada Rabu kemarin, sejumlah pengendara roda dua tampak berhenti di tepi jalan. Mesin dimatikan. Beberapa memilih putar balik. Mereka menimbang risiko.
Tak sedikit motor yang nekat menerobos, namun akhirnya mogok di tengah arus. Pengendara terpaksa menuntun kendaraan sambil menjaga keseimbangan agar tak terseret.
"Kalau hujannya lama, pasti begini. Airnya deras, motornya gampang mati,” kata Imam, warga Ujunggebang yang sehari-hari melintas jalan tersebut, dikutip dari Harian Radar Cirebon.
Hingga Rabu sore, arus air masih terlihat kuat. Kendaraan melintas bergantian. Pelan. Waspada. Jalan penghubung antarwilayah itu kembali menunjukkan persoalan lama: banjir musiman, infrastruktur rusak, dan risiko yang terus berulang tanpa solusi tuntas. (ade)