KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM - Polisi gadungan beraksi di Kabupaten Kuningan. Menjanjikan warga bisa diterima bekerja di Pertamina Balongan, Indramayu.
Fakta yang terjadi, semua janji merupakan tipuan untuk meraup untung pribadi. Seragan coklat mirip polisi ternyata palsu.
Aksi penipuan dengan modus menyamar sebagai anggota polisi di Kuningan ini, akhirnya terbongkar.
Seorang pria berinisial MSS (22), warga Kabupaten Cirebon, dibekuk jajaran Satreskrim Polres Kuningan setelah diduga menipu korban hingga puluhan juta rupiah dengan iming-iming bisa meloloskan kerja di Pertamina Balongan, Indramayu.
Kasat Reskrim Polres Kuningan, AKP Abdul Aziz menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat terkait adanya polisi gadungan yang beraksi di wilayah Kuningan.
BACA JUGA:Lokasi-Jadwal Pasar Murah Pemkab Kuningan Selama Ramadan
BACA JUGA:Satlantas Polres Kuningan Tindak Balap Liar, Kasat Lantas: Mayoritas Pelaku Usia Remaja
Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan tersangka.
"Dari hasil penggeledahan, kami menemukan sejumlah barang bukti berupa satu setel seragam PDL Polri warna cokelat dengan pangkat AKP, satu senapan angin model menyerupai AK-47 warna hitam, empat pistol, kaos bertuliskan polisi, serta dokumen daftar nama calon karyawan BUMN," ujar Abdul Aziz, Senin 23 Februari 2026.
Dalam menjalankan aksinya, tersangka meyakinkan korban dengan mengenakan seragam dinas lapangan (PDL) Polri berpangkat AKP.
Ia menjanjikan anak korban bisa diterima bekerja di Pertamina Balongan dengan syarat menyerahkan sejumlah uang sebagai jaminan kelulusan.
Peristiwa itu bermula pada Jumat, 2 Januari 2026. Korban mendapat tawaran agar anaknya bisa bekerja di Pertamina Balongan, Indramayu, dengan jaminan uang sebesar Rp100 juta hingga dinyatakan diterima.
BACA JUGA:Dugaan TPP Ganda Pegawai Bappenda Kuningan, Uha Juhana: Picu Polemik di Kalangan ASN
Untuk meyakinkan korban, tersangka juga menyerahkan dua lembar daftar nama calon karyawan BUMN, satu surat keterangan lulus tes, serta satu surat keterangan kerja yang belakangan diketahui palsu.