Dibagi Tiga Tahap, Pola Pembelajaran Madrasah di Cirebon Selama Ramadan

Selasa 24-02-2026,09:31 WIB
Editor : Asep Kurnia

Jajang menilai, program relatif mudah diterapkan di daerahnya karena banyak madrasah memiliki keterkaitan dengan pesantren. 

“Sebagian besar madrasah negeri di Kabupaten Cirebon punya ikatan dengan pesantren, sehingga pelaksanaan Pesantren Ramadan tidak menjadi kendala,” katanya.

BACA JUGA:Ini Mantap, Direktur Baru PDAU Kuningan Janji Setor PAD Rp1 Miliar di Tahun Pertama

Selain kegiatan ibadah, madrasah juga didorong mengisi Ramadan dengan aktivitas sosial seperti berbagi takjil, santunan, serta edukasi zakat fitrah. 

Menurutnya, kegiatan tersebut penting agar siswa tidak hanya memahami ajaran agama secara teori, tetapi juga mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. 

Ia mengatakan, keterlibatan orang tua juga menjadi bagian penting dalam evaluasi pembelajaran. 

Madrasah mendorong komunikasi antara guru dan wali murid untuk memantau kebiasaan ibadah siswa di rumah selama Ramadan.

“Pembiasaan itu tidak cukup di sekolah saja. Peran keluarga penting agar nilai yang dipelajari benar-benar tertanam,” katanya.

BACA JUGA:Nyamar Jadi Polisi Gadungan, Tipu Warga Puluhan Juta dengan Modus Bisa Bekerja di Pertamina

Jajang menambahkan, melalui pola pembelajaran tersebut, Ramadan diharapkan menjadi momentum pendidikan karakter bagi peserta didik, bukan sekadar rutinitas tahunan.

“Harapannya setelah Ramadan selesai, perubahan sikap anak tetap terbawa dalam keseharian, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat,” ujarnya. (awr)

Kategori :