Kisruh Penyadapan Getah Pinus, Penasehat Kemenhut Turun Langsung ke Ciremai

Selasa 24-02-2026,09:59 WIB
Reporter : Agus Sugiarto
Editor : Agus Sugiarto

KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM – Kunjungan Penasehat Utama Kementerian Kehutanan RI, Silverius Oscar Unggul, ke Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) pekan lalu menjadi sorotan, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Agenda tersebut dinilai sebagai momentum penting bagi sekitar 1.000 petani getah pinus di zona tradisional wilayah Kuningan dan Majalengka yang tengah menanti kepastian hukum skema kemitraan konservasi.

Bagi masyarakat desa penyangga, kunjungan itu bukan sekadar inspeksi lapangan.

Melainkan sinyal bahwa pemerintah pusat mulai memberi perhatian langsung terhadap dinamika pengelolaan kawasan konservasi yang melibatkan masyarakat.

BACA JUGA:Klaster Maggot PNM Mekaar, Limbah Rumah Tangga Jadi Sumber Penghasilan

BACA JUGA:Dibagi Tiga Tahap, Pola Pembelajaran Madrasah di Cirebon Selama Ramadan

Paguyuban Kelompok Tani Hutan (KTH) Silihwangi Majakuning menyampaikan bahwa mereka menerima aspirasi dari ratusan kepala keluarga yang menggantungkan penghasilan pada hasil hutan bukan kayu (HHBK), khususnya getah pinus.

Ketua Paguyuban, Nandar, menegaskan seluruh proses menuju Perjanjian Kerja Sama (PKS) Kemitraan Konservasi telah ditempuh sesuai prosedur.

Selama lima tahun terakhir, paguyuban menjadi simpul koordinasi 28 KTH di Kuningan dan Majalengka, sekaligus menjembatani komunikasi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan pengelola kawasan.

Di tingkat nasional, isu kemitraan konservasi memang menjadi pendekatan yang terus didorong pemerintah sebagai model pengelolaan partisipatif di kawasan lindung.

BACA JUGA:SunmorJib YRFI Bandung 2026 Aktivitas Perdana Kepengurusan Baru, Eratkan Silaturahmi Jelang Ramadan

BACA JUGA:Bupati Dian Pastikan TPP Januari 2026 ASN Kuningan Cair, Gaji ke-14 Aman

Rekam jejak kelompok tani menunjukkan keterlibatan aktif dalam menjaga ekosistem. Dalam dua tahun terakhir, mereka:

Menanam puluhan ribu pohon endemik dan MPTS, terlibat dalam patroli terpadu dan pemeliharaan sekat bakar.

Membantu penanganan kebakaran hutan, berkoordinasi dengan pemerintah desa, TNI–Polri, serta tokoh budaya dan religi.

Kategori :