Sebaliknya, daerah pantura seperti Cirebon dan Indramayu menunjukkan pola berbeda. Realisasi panen di awal tahun masih terbatas, dengan puncak panen diperkirakan terjadi pada April hingga Mei.
BACA JUGA:Grebek Sekre Vol 3: Yamaha Jabar Sambangi FOCI Chapter Bandung Raya Dalam Nuansa Halalbihalal
BACA JUGA:BPKAD Kuningan Blak-blakan Soal Tunjangan DPRD, Ini Alur dan Penanggung Jawabnya
Perbedaan waktu panen antarwilayah ini dinilai justru menguntungkan dalam konteks nasional.
Pola panen yang tidak serempak membuat pasokan beras tersedia secara bertahap, sehingga membantu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan di pasar.
Pengamat menilai, capaian Kuningan menjadi bukti bahwa pengelolaan air dan pola tanam yang tepat dapat mempercepat produksi tanpa harus menunggu musim puncak.
Dalam kondisi ketahanan pangan yang terus menjadi perhatian, peran daerah seperti Kuningan menjadi semakin strategis sebagai penopang pasokan di fase awal tahun.
BACA JUGA:Situ Cikolet Tercemar Limbah Ayam, Warga Ragawacana Keluhkan Bau dan Gangguan Kesehatan
BACA JUGA:Babak Baru Arai Agaska, Debut Geber Yamaha R7 di World Sportbike 2026
Dengan capaian 78 persen panen hingga akhir Maret, Kuningan tidak hanya unggul dalam kecepatan, tetapi juga memperkuat posisinya dalam rantai pasok pangan nasional. (*)