Pembayaran Lahan Pabrik Sepatu di Kuningan Tembus Rp54 Miliar

Minggu 05-07-2026,13:27 WIB
Reporter : Agus Sugiarto
Editor : Agus Sugiarto

KUNINGAN, RADARKUNINGAN.COM – Proyek pembangunan pabrik sepatu bernilai investasi Rp1,2 triliun di Kabupaten Kuningan terus bergerak menuju tahap realisasi.

Proses pembebasan lahan di tiga desa kini menunjukkan perkembangan signifikan setelah para pemilik tanah mulai menerima pembayaran uang muka dari investor.

Pembayaran awal sebesar 10 persen telah diterima warga yang lahannya masuk dalam kawasan proyek di Desa Sindangbarang dan Desa Ciniru, Kecamatan Jalaksana, serta Desa Dukuhdalem, Kecamatan Japara.

Total lahan yang akan dibebaskan mencapai sekitar 22 hektare dengan nilai keseluruhan sekitar Rp54 miliar.

BACA JUGA:PAD Anjlok, Belanja Pegawai Membengkak, Fraksi Amanat Restorasi Minta APBD Kuningan Dibenahi

BACA JUGA:Peduli Tanah Kelahiran, Andi Gani Nena Wea Serahkan Ambulans untuk Universitas Kuningan

Investor asal Korea Selatan kini tinggal menunggu terbitnya Izin Peruntukan Industri dari pemerintah pusat sebelum melunasi sisa pembayaran kepada para pemilik lahan.

Kepala Desa Sindangbarang, H. Dahlan, menegaskan seluruh proses pembebasan lahan sepenuhnya ditangani oleh tim khusus yang telah dibentuk.

Pemerintah desa hanya berperan sebagai fasilitator sekaligus memastikan masyarakat memperoleh pelayanan selama proses berlangsung.

Menurutnya, seluruh komunikasi, negosiasi, hingga pembayaran dilakukan langsung oleh tim pembebasan lahan kepada para pemilik tanah.

BACA JUGA:Hak Wakil Rakyat Segera Cair, Kepala BPKAD Kuningan: Pemkab Siapkan Anggaran Rp14 Miliar

BACA JUGA:Jalan Nasional di Kuningan Masih Gelap, Dishub Ajukan Penambahan 517 Lampu PJU ke Kemenhub

Perizinan Masuk Tahap Penentuan

Dahlan menjelaskan seluruh persyaratan pra-Lintas Sektoral (Pra-Linsek) telah dipenuhi. Tahapan Linsek dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 9 Juli 2026.

Apabila izin dari pemerintah pusat segera diterbitkan, investor menargetkan pelunasan sisa pembayaran lahan sebesar 90 persen dapat dilakukan dalam waktu dekat sehingga pembangunan fisik pabrik bisa segera dimulai.

Kategori :